RASIOO.id -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendapatkan amanah untuk menjadi pengawas pengurangan produksi tambang 50 persen sementara yang dilakukan Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Jawa Barat.
Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu menjelaskan, pengawasan dilakukan dengan pembentukan tim pengendali pemantau produksi tambang untuk memastikan keamanan di wilayah Kabupaten Bogor
“Kami bentuk tim khusus untuk mengendalikan dan memantau produksi tambang. Ini dilakukan karena kesepakatan dengan mereka (ESDM) itu pengurangan produksi hingga 50 persen sehingga ini perlu juga kami awasi,” kata Asmawa, Jumat 12 Januari 2024.
Baca Juga : Lama Gak Muncul, Agus Ridho Temani Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu Tinjau Parungpanjang
Menurutnya, meski kebijakan berada di Provinsi Jawa Barat, Pemkab Bogor memungkinkan untuk ikut terlibat dalam persoalan tersebut.
“Sehingga sama-sama kita lihat. Walaupun kewenangannya provinsi, tapi dimungkinkan dalam aturan pemerintah kabupaten bisa melakukan itu, karena memang kewenangan kita tidak bisa ikut campur terlalu dalam,” jelasnya.
Sementara, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, bakal mengurangi volume produksi perusahaan tambang di wilayah Cigudeg dan Parungpanjang, Kabupaten Bogor hingga 50 persen.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalur tambang.
“Benar. Dan rencana pengurangan produksi tambang itu memang arahan, karena kasus kecelakaan itu berulang dan seterusnya,” Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih.
ESDM Jabar Pastikan Tidak Ada Pengurangan Produksi Tambang, Hanya Penyesuaian Hingga Februari
RASIOO.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengurangi produksi tambang di Kabupaten Bogor bagian Barat hingga akhir 2024 mendatang.
Dinas Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih menyebut, pengurangan 50 persen produksi tambang itu hanya upaya penyesuaian sementara hingga adanya kantung parkir yang sedang dikerjakan Pemkab Bogor.
“Jadi kemarin itu arahannya awal itu kan jadi karena kasus kecelakaan itu berulang jadi ada wacana memberhentikan kegiatan tambang. Cuma berdasarkan beberapa pertimbangan nampaknya itu tidak mungkin dilakukan,” papar dia, Jumat 12 Januari 2024.
“Sehingga akhirnya kita semua harus berkontribusi dalam penyelesaian Parungpanjang ini. Salah satunya mengurangi volume produksi tambang Parungpanjang ini sampai tersedianya kantung parkir,” lanjut dia.
Ia menyebut, pengurangan 50 persen itu hanya berlaku satu sampai dua bulan saja hingga kantung parkir benar-benar selesai dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Sambil menunggu kantong parkir hingga Februari 2024, kita kurangi volumenya,” papar dia.
Namun, untuk jumlah produksi tambang di wilayah tersebut, ESDM tidak akan menguranginya. Ai Saadiyah mengaku, kekurangan produksi di bulan Januari dan Februari, bisa diisi di bulan lainnya setelah kantung parkir tersedia
Sebab, kata dia, pengusaha tambang sudah membuat rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) selama setaun mendatang yang dilaporkan ke pemerintah. Sehingga, berat atau total hasil tambang yang sudah direncanakan, tidak bisa dirubah meski ada penyesuaian.
“Temen-temen induk ini kan sudah merencanakan produksi dalam RKAB tambangnya. Intinya tidak akan mengurangi produksi mereka dalam satu tahun . Tapi hanya melakukan penyesuaian aja sampai bulan Februari itu mereka mengurangi,” papar dia.
“Kemudian nanti bisa digantikan di bulan lainnya sehingga target produksi sesuai dengan RKAB yang sudah ditetapkan sudah terpenuhi,” tutup dia.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar