Ibadah Puasa Sebelum Diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW

RASIOO.id – Dalam Islam, kewajiban berpuasa diperintahkan setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, tepatnya di tahun kedua Hijriyah. Adapun dalil terkait puasa Ramadhan yang Allah SWT abadikan dalam Alquran, antara lain pada QS Al Baqarah ayat 183.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَععَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Namun, puasa dalam beberapa periwayatan sejarah, sudah ada sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dan mengajarkan ajaran Islam. Praktik ibadah puasa telah ada dalam sejarah keagamaan dan budaya beberapa masyarakat kuno. Meskipun praktiknya mungkin berbeda dalam bentuk dan tujuannya, gagasan menahan diri dari makanan, minuman, dan aktivitas duniawi sebagai bentuk pengendalian diri dan pembersihan spiritual telah dikenal sejak zaman dahulu.

Baca Juga : Jangan ke Vietnam Jika tak Kuat “Puasa” Makanan Non Halal

Di antara budaya-budaya kuno yang mengamalkan puasa adalah bangsa Mesir kuno, bangsa Babilonia, dan bangsa Yunani. Mereka melakukan puasa sebagai bentuk pembersihan fisik dan spiritual, atau sebagai bagian dari ritual keagamaan tertentu. Misalnya, orang Mesir kuno berpuasa untuk membersihkan tubuh sebelum menghadapi ritual ibadah atau upacara agama tertentu.

Baca Juga :Keutamaan Puasa di Hari Ke-3 dan Salat Tarawih Malam ke-4

Dalam ajaran agama-agama samawi sebelum Islam, seperti Yahudi dan Kristen, juga terdapat praktik puasa. Puasa dalam agama Yahudi dikenal sebagai Yom Kippur (Hari Raya Penyesalan), di mana umat Yahudi berpuasa dan berdoa untuk memohon ampunan dari Tuhan. Sementara itu, umat Kristen melakukan puasa selama masa Penghormatan Jumat Agung dan juga dalam bentuk praktik rohani lainnya.

Meskipun demikian, praktik puasa sebelum Islam tidak selalu identik dengan puasa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Islam mengembangkan konsep puasa menjadi lebih terstruktur dan memiliki aturan yang jelas, termasuk bulan Ramadan sebagai bulan puasa yang diwajibkan. Nabi Muhammad memperjelas tujuan dan manfaat ibadah puasa, baik secara fisik maupun spiritual, serta memberikan contoh praktik puasa yang benar kepada umatnya.

Dengan demikian, sementara praktik puasa telah ada sebelum zaman Nabi Muhammad, dia adalah orang yang membawa ajaran puasa dalam Islam ke tingkat yang lebih tinggi, memberikan arahan yang jelas, dan memberikan landasan teologis dan spiritual yang kokoh bagi umat Muslim untuk mengikuti hingga saat ini.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Lihat Komentar