RASIOO.id – Pekerjaan pembangunan Flyover Tenjo mulai memberikan dampak signifikan pada arus lalu lintas di sekitar Stasiun Tenjo, Kabupaten Bogor. Mulai tanggal 26 Agustus 2024, rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah dan buka-tutup kendaraan akan diberlakukan di Jalan Raya Jasinga-Tenjo selama 24 jam. Pengendara pun diimbau untuk menggunakan jalan alternatif guna menghindari kepadatan di area tersebut.
Lukman Rahmadi, Manajer Proyek Flyover Tenjo, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini diperlukan karena proses penggalian pondasi yang cukup dalam dan berdekatan dengan badan jalan, sehingga berpotensi membahayakan para pengendara.
“Buka tutup jalan ini dilakukan karena penggalian pondasi yang cukup dalam dan berdekatan dengan badan jalan, sehingga berisiko bagi para pengendara,” ujar Lukman di lokasi proyek pada Jumat 23 Agustus 2024.
Menurut Lukman, sistem satu arah atau buka-tutup ini akan dimulai dari depan Kantor Desa Tenjo, dan bagi pengendara yang melintasi kawasan tersebut disarankan untuk menggunakan jalur alternatif. Pihak proyek juga akan memasang rambu-rambu penunjuk arah selama masa rekayasa lalu lintas berlangsung.
“Kami akan menyiapkan rambu-rambu penunjuk arah selama rekayasa lalu lintas ini diberlakukan. Kami targetkan proses ini akan berlangsung sekitar satu minggu,” tambahnya.
Saat ditanya terkait anggaran dan sumber dana proyek Flyover Tenjo, Lukman menolak memberikan penjelasan lebih lanjut. “Saya tidak bisa mengatakannya,” tutupnya.
Rekayasa lalu lintas ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan serta memastikan kelancaran pembangunan flyover, yang merupakan bagian dari proyek infrastruktur untuk meningkatkan aksesibilitas di kawasan Tenjo. Bagi warga dan pengguna jalan, disarankan untuk mematuhi aturan lalu lintas selama masa pekerjaan berlangsung demi keselamatan bersama.
Simak rasioo.id di Google News









Komentar