RASIOO.ID – Warga Perumahan Buana Permai, Cipondoh, Kota Tangerang, membantah tudingan adanya pihak yang ingin menguasai Masjid Al Muhajirin.
Jamaah menegaskan, justru nama-nama yang diberitakan sebagai pihak yang hendak menguasai masjid merupakan tokoh yang berjasa dalam pembangunan dan pemakmuran rumah ibadah tersebut.
Sebelumnya beredar kabar bahwa sejumlah nama disebut ingin menguasai masjid dengan mendirikan yayasan, di antaranya Bambang Suwondo, Mahmud Uzer, Ujang Junaedy, Bambang Mudiyono, Mas Mulyowibowo, Johanes Supardi, dan Ediwarman Datuk. Kabar itu menimbulkan keresahan warga karena dianggap tidak benar dan mengandung unsur fitnah. Menurut jamaah, pendirian yayasan dilakukan melalui musyawarah bersama dengan melibatkan perwakilan RT dan RW setempat. Begitu pula pemilihan Ketua DKM yang selama ini berlangsung damai, terbuka, dan tidak pernah menimbulkan masalah.
H. Sumitro, tokoh masyarakat sekaligus mantan Sekretaris DKM Masjid Al Muhajirin selama 13 tahun, menegaskan bahwa orang-orang yang disebut dalam pemberitaan adalah pihak yang berjasa dalam pembangunan masjid. “Tidak ada pihak yang ingin menguasai masjid. Setiap tiga tahun sekali kita adakan pemilihan pengurus DKM secara terbuka. Justru mereka yang disebut sangat berjasa, dengan tenaga, pikiran, dan materi untuk pembangunan masjid,” ujarnya, Minggu (28/9/2025).
Ia menambahkan bahwa selama ini kegiatan masjid berjalan baik, jamaah tetap rukun, dan laporan keuangan pengurus selalu transparan. Hal senada disampaikan Asep Setiawan, warga yang menilai kepengurusan masjid berjalan normal dan justru membanggakan karena aktif dengan berbagai kegiatan positif. “Sebagai warga biasa saya melihat semuanya baik-baik saja. Yayasan ini penting sebagai wadah membangun generasi cerdas, berakhlak, dan sukses. Tidak ada komersialisasi,” ujarnya.
Ketua RW 09 Perumahan Buana Permai, H. Mas Mulyowibowo, juga menegaskan bahwa yayasan yang menaungi masjid dibentuk atas dasar musyawarah warga, bukan kepentingan kelompok. Tujuan yayasan adalah mendukung kegiatan sosial masyarakat seperti TPA dan TK. “Isu bahwa yayasan menguasai aset masjid itu tidak benar. Lahan 1.500 m² yang disebut-sebut adalah fasus fasum milik pemerintah. Kami hanya dipercaya untuk mengurus demi kepentingan masyarakat,” katanya. Ia menambahkan bahwa sarana yang ada dibangun dari swadaya masyarakat sehingga merupakan aset bersama, tanpa ada niatan untuk menguasai.
Supardi, jamaah lainnya yang namanya ikut disebut dalam pemberitaan, mengaku sangat menyayangkan tudingan tersebut. “Saya tegaskan, sedikit pun tidak ada niat untuk menguasai. Kami ini pengurus tidak mendapat honor sepeser pun. Ini murni dari umat untuk umat, dari masyarakat untuk masyarakat,” ucapnya.
Mahfudin, mantan Ketua DKM Al Muhajirin periode 2021–2023, menuturkan bahwa tokoh-tokoh yang disebut justru berperan besar dalam menjaga ukhuwah islamiyah. Menurutnya, kegiatan masjid selama ini berjalan positif, mulai dari pengajian rutin, peringatan hari besar Islam, hingga gotong royong warga. “Saya kaget ada berita seperti itu. Padahal suasana di sini sangat guyub. Bahkan sebagian program di sini saya adopsi saat menjadi Ketua DKM Al Azhar Bandung,” katanya.
Dengan adanya bantahan ini, warga berharap isu yang menyesatkan dapat diluruskan dan suasana kondusif di lingkungan Masjid Al Muhajirin tetap terjaga.



![Tangkapan Layar Pembahasan Jabatan Kades Diperpanjang 9 Tahun [Instagram]](/wp-content/uploads/2023/06/Screenshot_93-300x178.jpg)

![Declan Rice, bintang West Ham United [IST]](/wp-content/uploads/2023/06/Screenshot_92-300x178.jpg)
![Tangkapan Layar Dugaan pelaku Pembunuhan Noven [CCTV]](/wp-content/uploads/2023/06/Screenshot_77-300x178.jpg)

![Andriana Yubelia Noven [Ist]](/wp-content/uploads/2023/06/Screenshot_76-300x178.jpg)
Komentar