RASIOO.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bertindak sebagai pembina upacara pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) tingkat Kota Bogor yang digelar di Lapangan Sempur, Senin, 1 Desember 2025.
Pada puncak peringatan tersebut, Dedie Rachim secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan PPPK Paruh Waktu bagi 3.868 pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Adapun rincian formasi yang diangkat meliputi 200 orang Guru, 17 Tenaga Kesehatan, serta 3.651 Tenaga Teknis. Tenaga Teknis tersebut terbagi ke dalam empat jabatan, yakni Pengelola Umum Operasional sebanyak 749 orang, Operator Layanan Operasional 2.492 orang, Pengelola Layanan Operasional 116 orang, dan Penata Layanan Operasional 294 orang.
Pengangkatan tersebut mengacu pada dasar hukum Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025 sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait penataan tenaga non-ASN.
Di tingkat daerah, penetapan PPPK Paruh Waktu diputuskan melalui SK Wali Kota Bogor Nomor 800.1.2.5/Kep.472-BKPSDM/2025 dengan TMT 1 Oktober 2025 dan SPMT pada 1 Januari 2026.
Mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI dalam Mewujudkan Indonesia Maju”, Dedie Rachim menegaskan peran strategis KORPRI sebagai tulang punggung birokrasi dan pelayanan publik.
“Di sinilah KORPRI memegang peranan strategis sebagai pelayan masyarakat dan garda terdepan dalam mewujudkan mimpi serta harapan warga Kota Bogor. Semua itu hanya bisa terwujud jika seluruh anggota KORPRI memiliki niat yang baik, kesungguhan, pengabdian, dedikasi, dan integritas yang tinggi,” ujarnya.
Dedie juga menekankan pentingnya keberadaan PPPK Paruh Waktu untuk mendukung optimalisasi pelayanan publik. Menurutnya, beban kerja pemerintahan tidak dapat hanya ditopang oleh PPPK penuh waktu.
“Tanpa PPPK Paruh Waktu rasanya agak sulit juga jika hanya mengandalkan PPPK. Sehingga ini adalah bagian dari dukungan kepada pemerintah dalam meningkatkan kinerja dan memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan,” tambahnya.
Selain itu, Dedie mengajak seluruh PPPK untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, mengingat berbagai bencana kerap dipicu oleh kerusakan alam.
“Oleh karena itu, perlu dipersiapkan mitigasinya, kemudian langkah-langkahnya. Dan yang paling penting adalah pencegahannya,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Dedie menegaskan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan turut menjaga kelestarian alam demi mencegah terjadinya bencana.
“Tidak hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat harus berperan aktif,” tutupnya.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar