RASIOO.id – Misteri kematian seorang pria yang ditemukan tewas gantung diri di pohon jengkol di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor, mulai terkuak. Polisi mengungkap korban memiliki riwayat perceraian yang diduga menjadi salah satu latar belakang peristiwa tragis tersebut.
Kapolsek Rumpin, Kompol Suyoko, menyebutkan bahwa korban diketahui telah bercerai sekitar satu tahun lalu dengan istrinya. Pasca perceraian, anak korban ikut bersama sang ibu, sementara korban menjalani hidup sendiri.
“Korban punya historis perceraian sekitar setahun lalu. Anak ikut ibunya. Korban bekerja di kebun milik warga dan tinggal di saung,” ujar Kompol Suyoko saat dikonfirmasi, Kamis, 22 Januari 2026.
Baca Juga: Kehilangan Putri Tercinta, Pria di Parung Bogor Tewas Gantung Diri
Peristiwa memilukan itu terjadi di sebuah perkebunan singkong di Kampung Liwu, RT 03/RW 02, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Rabu, 21 Januarib2026. Korban ditemukan tergantung di pohon jengkol, jauh dari permukiman warga.
Polisi menyatakan, hingga saat ini pihaknya masih menelusuri motif di balik dugaan aksi nekat tersebut, meski tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Peristiwa ini pertama kali diketahui setelah warga melaporkan adanya temuan seorang pria yang sudah tidak bernyawa. Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Rumpin langsung turun ke lokasi dan memimpin olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 08.30 WIB.
“TKP berada di perkebunan singkong milik Haji Atyani, Kampung Liwu, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin,” jelas Suyoko.
Identitas korban diketahui bernama Toni (45), berprofesi sebagai buruh, dan berdomisili di Kampung Lio, RT 01/RW 05, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin.
Usai proses olah TKP, jasad korban dievakuasi ke Puskesmas Rumpin untuk dilakukan pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak kriminal.
“Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan,” pungkas Kompol Suyoko.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kematian tragis yang terjadi di tengah tekanan hidup, sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis dan sosial di lingkungan masyarakat.
Simak rasioo.id di Google News













Komentar