RASIOO.id – Ribuan ikan jenis sapu-sapu merupakan ikan invasif yang dikenal kuat terhadap situasi apapun ditemukan tewas mengambang di Situ Citongtut, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Diduga ikan-ikan ini tak kuasa menahan racun dari limbah-limbah pabrik yang ada disekitar.
Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor mencatat, setidaknya satu ton ikan yang mati akibat pencemaran air itu.
Ketua Tim Pengawasan Perikanan Budidaya dan Perikanan Tangkap Diskanak Kabupaten Bogor, Yayan Buduayana menjelaskan ikan-ikan itu merupakan ikan invasif berbagai jenis.
“Kita evakuasi ke dalam 38 karung dengan berat mencapai satu ton, ikan nila yang mati mencapai 1 ribu ekor dengan ukuran 8-12 cm per ekor. Ikan lainnya 5 ribu ekor” kata dia, Selasa 27 Januari 2026.
Yayan mengungkapkan, ribuan ekor ikan yang mati itu didominasi oleh ikan sapu-sapu hampir 80 persen, nila, sepat, belut, dan nila merah.
Ke depan, lanjut dia, pihaknya akan segera melakukan kajian khusus untuk pemulihan ekosistem di Situ Citongtut tersebut setelah penyelidikan DLH Kabupaten Bogor dilakukan.
“Kita akan melakukan normalisasi dan pengerukan dasar Situ Citongtut secara periodik untuk membuang zat toksik di dasar perairan,” kata dia.
Diskanak Kabupaten Bogor juga akan memberi bantuan stimulan perikanan berupa benih ikan dan pakan untuk mengurangi risiko ekonomi bagi pembudidaya ikan keramba jaring apung di Situ Citongtut.
Lalu, memberikan bantuan kepada Pokmaswas Desa Cicadas berupa perlengkapan untuk kegiatan pengawasan dan pemeliharaan perairan umum di Situ Citongtut secara rutin.
“Kita juga akan melakukan penebaran benih ikan lokal untuk menjaga ekosistem dan keanekaragaman jenis ikan asli di Situ Citongtut,” tutup.















Komentar