RASIOO.id – Meri Aldawiyah (22) harus menelan pil pahit usai diimingi kehidupan sejahtera penuh dengan bergelimangan untuk tinggal bersama suami asing asal Provinsi Hainan, Tiongkok.
Meri menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terintegrasi antara agen ilegal asal Kabupaten Bogor, Jakarta hingga ke Cina.
Warga Desa Kopo, Kecamatan Cisarua itu membayangkan perubahan hidup yang signifikan usai diimingi oleh agen asal Kabupaten Bogor itu.
Kuasa Hukum Meri Aldawiyah, Dian Akhyar menjelaskan, kejadian serupa tidak hanya dirasakan oleh Meri, tapi juga dirasakan oleh wanita polos asal Sukabumi yang berhasil dibantu oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Kasus ini sudah rame di beberapa bulan yang lalu, kalau di Sukabumi kemari Rini kalau di Kabupaten Bogor ini. Kasusnya hampir sama, cuma kemarin beliau dibantu KDM, sementara Meri dibantu Bupati dan Pak Kapolres,” kata dia, Rabu 4 Februari 2026.
Agen dari Kabupaten Bogor berinisial I ini memberikan janji kesejahteraan kepada Meri dan fasilitas mewah yang diberikan oleh calon suaminya yang sudah menunggu di Cina.
“Dia diimingi hidup enak setelah ia dinikahi secara sirih oleh warga negara asing yang difasilitasi oleh agen pribadi saudara IIP CS itu untuk yang di Kabupaten Bogor, untuk yang di Jakarta ada yang namanya ko Apuk juga dan kawan-kawannya,” jelas dia.
Untuk menambah keyakinan bahwa hidup Meri akan berubah secara cepat, Meri diberikan uang tunai senilai Rp50 juta untuk mahar pernikahan.
“Motif pengantin pesanan itu tidak saling kenal sebelumnya. Jadi istilah nya agen perjodohan. Jadi dia dikasih sejumlah uang mahar sekitar Rp70 juta . RP20 juta untuk agen nya, Rp50 juta buat si Client kita ini . Namun Rp50 juta itu tidak semua diberikan karena itu tadi, ada permainan diantara mereka,” papar dia.
Dian menjelaskan, TPPO ini terintegrasi secara masif antara agen Kabupaten Bogor, agen dari Jakarta hingga memiliki penerjemah untuk diperdagangkan hingga ke Cina.
“Yang pertama di Kabupaten Bogor itu IIP Syaripudin, dia yang mengenalkan meri kepada agen yang ada di wilayah Jakarta, di sana itu ada ko apuk. Ada penerjemah nya ci lili dan kawan-kawan yang lain,” tutup dia.















Komentar