RASIOO.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bogor pada Rabu 15 April 2026 sore menyebabkan banjir cukup parah di kawasan Tegalega, Babakan Fakultas. Air meluap hingga setinggi dada orang dewasa dan merendam sejumlah rumah warga.
Banjir terjadi akibat meluapnya aliran Sungai Ciparigi yang tidak mampu menampung debit air tinggi setelah hujan lebat sejak pukul 15.00 WIB.
Lurah Tegalega, Suhardiman, turun langsung meninjau lokasi terdampak. Ia menjelaskan bahwa banjir lintasan memang kerap terjadi di wilayah tersebut.
“Banjir lintasan terjadi saat hujan deras sore tadi. Ini memang sering terjadi karena kondisi sungai yang menyempit dan banyaknya bangunan di atas aliran sungai,” ujarnya.
Menurutnya, sedikitnya lima Rukun Warga (RW) terdampak, yakni RW 3, 4, 5, 7, dan 8. Hingga saat ini, tim kelurahan bersama RT dan RW masih melakukan pendataan jumlah warga terdampak.
“Untuk sementara di RW 8 tercatat sekitar 10 rumah terendam. RW lainnya masih dalam proses pendataan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa penyebab utama banjir adalah tingginya debit air yang tidak sebanding dengan kapasitas sungai yang telah menyempit.
“Air pasti mengalir di jalurnya. Tapi kalau sungainya mengecil dan tertutup bangunan, ya pasti meluap,” jelasnya.
Sementara itu, seorang warga terdampak, Budi (51), mengaku banjir kali ini merupakan yang terbesar yang pernah ia alami. Ia menyebut banjir mulai sering terjadi sejak adanya pembangunan infrastruktur di sekitar wilayah tersebut.
“Sekarang kalau hujan besar pasti banjir. Tadi air sampai setinggi dada, sekitar satu setengah jam baru surut,” ungkapnya.
Budi juga mengaku harus berlari menyelamatkan diri saat banjir datang tiba-tiba saat dirinya sedang bekerja.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar sungai, guna meminimalisir risiko banjir di kemudian hari.













Komentar