RASIOO.id – Seorang anak laki-laki yang diduga terlantar ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan di kawasan Jembatan Pelo, Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Berawal dari laporan masyarakat, Pemerintah Kecamatan Batuceper bergerak cepat mengevakuasi anak tersebut ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang untuk mendapatkan perlindungan dan penanganan lebih lanjut.
Keberadaan anak itu pertama kali diketahui warga pada Senin malam, 8 Juni 2026. Saat itu, warga melihat seorang anak laki-laki tertidur di sekitar Jembatan Pelo yang berada di wilayah RT 03 RW 05 Kelurahan Batusari.
Sandi, warga setempat, mengatakan awalnya warga mengira anak tersebut telah meninggal dunia karena terbaring cukup lama di lokasi.
“Semalam awalnya kami menyangka orang meninggal. Setelah didekati ternyata sedang tidur. Kami sempat menegur dan menyarankan kalau mau istirahat lebih baik di pos ronda,” ujar Sandi, Selasa, 9 Juni 2026.
Keesokan harinya, anak tersebut kembali terlihat di lokasi yang sama. Kondisinya membuat warga semakin khawatir karena ia ditemukan tertidur di tengah jalan.
Menurut Sandi, anak itu juga sempat menjadi sasaran ejekan sejumlah anak-anak di sekitar lokasi. Merasa prihatin, warga akhirnya melaporkan temuan tersebut kepada pihak kelurahan agar segera mendapat bantuan.
“Siang tadi kami lihat dia tidur lagi di tengah jalan. Saya kasihan karena sempat diejek anak-anak sekitar. Akhirnya kami menghubungi pihak kelurahan untuk membantu mengevakuasi,” katanya.
Dari keterangan warga, anak tersebut diperkirakan berusia sekitar 13 tahun. Ia berjenis kelamin laki-laki, berkulit sawo matang, berambut cepak, mengenakan jaket hitam dan celana putih.
Laporan warga kemudian diteruskan ke Pemerintah Kecamatan Batuceper. Mendapat informasi tersebut, Camat Batuceper, Achsin Ghufron Falfeli, langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi anak tersebut.
Ghufron menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab memberikan perlindungan kepada warga yang berada dalam kondisi rentan, terutama anak-anak.
“Kami menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan seorang anak yang diduga terlantar di wilayah Batusari. Setelah kami cek langsung ke lokasi, yang bersangkutan memang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Karena itu kami segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar anak tersebut dapat memperoleh perlindungan dan pendampingan sementara di rumah singgah,” kata Ghufron.
Menurutnya, proses evakuasi dilakukan secara persuasif agar anak tersebut merasa aman dan nyaman.
“Kami tidak ingin anak ini merasa takut. Kami ajak berbicara dengan baik, kami rayu secara kekeluargaan agar bersedia ikut bersama kami ke Rumah Singgah Dinas Sosial. Alhamdulillah akhirnya anak tersebut mau dibawa untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik,” ujarnya.
Setelah berhasil dievakuasi, anak tersebut dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang untuk menjalani proses pendataan dan asesmen awal.
Penanggung Jawab Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang, Tatang, menjelaskan pihaknya akan melakukan penelusuran identitas melalui data biometrik serta informasi yang dapat diperoleh dari anak tersebut.
“Anak terlantar yang dikirim dari Batuceper ini nanti akan kami cari datanya melalui biometrik. Kalau ada data identitas atau pengakuan mengenai keluarganya, akan kami telusuri. Selama tiga sampai tujuh hari ke depan kami melakukan pencarian dan pendalaman data,” ujar Tatang.
Apabila keluarga berhasil ditemukan, Dinas Sosial akan melakukan proses reunifikasi atau pengembalian kepada pihak keluarga. Namun jika identitas maupun keluarganya tidak ditemukan, negara akan memberikan perlindungan dan perawatan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau tidak ditemukan keluarganya, maka akan menjadi tanggung jawab negara. Nantinya bisa mendapatkan perawatan dan ditempatkan di panti sosial sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.










Komentar