RASIOO.id – Wanita di Korea Utara (Korut) dibawah rezim Kim Jong Un diminta untuk melahirkan lebih banyak anak. Nantinya, anak-anak itu akan dibuat menjadi tentara bagi rezim komunis itu.
Langkah ini pun dipuji Pyongyang sebagai ‘patriotisme terhebat’. Dilansir Radio Free Asia (RFA), Jumat, 10 Maret 2023, sejumlah sumber di dalam wilayah Korut menuturkan seruan itu disampaikan melalui serangkaian ceramah ideologis untuk para ibu rumah tangga di Korea Utara. Militer Korut, atau secara resmi disebut Tentara Rakyat Korut beranggotakan nyaris 1 juta personel.
Baca Juga: Jokowi Minta Mantan Perdana Inggris Promosikan IKN ke Dunia Internasional
“Pekan lalu, sebuah ceramah digelar soal dukungan aktif untuk Tentara Rakyat, menyatakan bahwa memiliki banyak anak dan mengirimkan mereka ke Tentara Rakyat merupakan patriotisme terhebat,” tutur salah satu sumber yang merupakan warga Provinsi Hamgyong Utara yang enggan disebut namanya kepada RFA.
Seorang sumber lainnya, yang tinggal di Provinsi Ryanggang, menyebut ceramah itu membahas soal wanita-wanita subur yang legendaris sebagai contoh patriot terhebat di Korut.
“Mereka memperkenalkan sejumlah patriot yang mengirimkan tujuh atau delapan anak mereka ke militer sebagai contoh. Penceramah menekankan perlunya memiliki semangat patriotik yang menempatkan kebutuhan negara di atas keluarga, seperti wanita-wanita ini,” sebut sumber yang tinggal di Ryanggang itu.
Namun, menurut sumber di Ryanggang itu, ceramah itu sebenarnya dimaksudkan untuk menggalang donasi dari para ibu rumah tangga untuk mendukung militer.
“Dalam situasi kehidupan kami yang sulit saat ini, berapa banyak warga yang bisa memberikan dukungan material?” tanya sumber itu.
Baca Juga: BRIN Teliti ‘Keajaiban’ Kelor yang Bisa Tandingi Ginseng Korea, Ini Hasilnya
Militer Korea Utara, meskipun memiliki banyak personel, namun kalah canggih dari segi teknologi. Jika dibandingkan dengan 550.000 personel militer Korea Selatan (Korsel) yang diperlengkapi senjata modern, sebanyak 1,15 juta personel militer Korut banyak menggunakan peralatan usang yang berasal dari era Uni Soviet.
Untuk mempertahankan jumlah yang besar, setiap pria Korut yang berbadan sehat harus bergabung militer selama 7-8 tahun dan setiap wanita didorong untuk bergabung militer hingga 5 tahun. Jumlah wanita yang bergabung militer semakin bertambah karena kurangnya personel pria beberapa tahun terakhir.
Disebutkan juga oleh sumber di Provinsi Hamgyong Utara bahwa wanita-wanita Korut yang mengirimkan banyak anaknya ke militer, telah mendapatkan penghargaan berupa kunjungan ke ibu kota Pyongyang.
Sumber: Detik
Editor: Hannan









Komentar