RASIOO.id – Menyaksikan atau mengamati gerhana Matahari akan menjadi pengalaman menarik karena fenomena alam tersebut sangat langka terjadi. Karena itu, gerhana Matahari sangat menarik perhatian peneliti dan astronom, dan juga masyarakat umum.
Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Antariksa BRIN Johan Muhammad menyampaikan bahwa dalam mengamati gerhana Matahari disarankan untuk tidak melihat Matahari secara langsung tanpa menggunakan filter khusus Matahari.
“Alat yang dapat digunakan untuk mengamati gerhana Matahari adalah teleskop yang dilengkapi filter Matahari, kacamata khusus gerhana Matahari, kamera DSLR lensa telephoto yang dilengkapi filter Matahari dan kamera pinhole (lubang jarum),” ujarnya, Rabu 19 April 2023.
Baca Juga : Catat Jamnya, Kamis 20 April Ada Gerhana Matahari Hibrida yang Sangat Jarang Terjadi
Namun, terkadang antusiasme masyarakat dalam melihat gerhana Matahari tidak diiringi dengan pengetahuan dan informasi yang baik sehingga berpotensi menimbulkan berbagai dampak. Bahkan, karena keterbatasan informasi maupun peralatan, beberapa orang masih nekat menyaksikan gerhana Matahari dengan mata telanjang.
Padahal, menyaksikan gerhana Matahari tanpa perlindungan apa pun sangat sangat berbahaya dan dapat merusak mata. Bahaya ini ditimbukan oleh sinar ultraviolet yang dipancarkanmeskipun matahari tidak sepenuhnya tertutup saat terjadi gerhana. Kerusakan retina akibat melihat gerhana matahari ini biasa disebut solar eclipse retinopathy.
Melansir penjelasan dari situs Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), gangguan penglihatan pada solar eclipse retinopathy disebabkan karena sinar matahari (ultraviolet dan inframerah) dengan intensitas yang tinggi masuk melalui lubang pupil dan difokuskan di retina. Retina adalah lapisan terdalam di mata yang berfungsi menerima cahaya dan mengantarkannya ke otak untuk diolah agar membentuk bayangan atau citra.
Dokter spesialis mata di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta, Suhardjo menjelaskan, yang berbahaya bagi mata bukan proses gerhananya, melainkan paparan sinar ultraviolet dari matahari tersebut. Paparan sinar ultraviolet ini juga sangat berbahaya pada rentang waktu pukul 9 pagi hingga 3 sore.
”Dampak dari paparan sinar ultraviolet ini memang tidak langsung menimbulkan kebutaan permanen. Namun, dampaknya tetap akan dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Suhardjo yang juga guru besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, dikutip rasioo.id dari kompas.com, Rabu 18 April 2023.
Melansir alodokter.com, pernah ada sebuah laporan yang mengatakan bahwa seorang wanita mengalami kerusakan mata setelah menatap gerhana matahari secara langsung selama 21 detik tanpa memakai pelindung mata. Beberapa jam kemudian, ia mengalami pandangan kabur dan hanya bisa melihat warna hitam.
Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa retinanya terbakar, dan kerusakan ini terjadi pada tingkat sel. Wanita tersebut akhirnya terdiagnosis mengalami retinopati surya.











Komentar