Simulasi Pasangan Capres, Ganjar-Erick Bersaing Ketat dengan Prabowo-Cak Imin

 

RASIOO.id – Poltracking Indonesia melakukan simulasi pasangan calon presiden dengan calon wakil presiden pada PIlpres 2024. Jika Ganjar Pranowo berpasangan dengan Erick Thohir dan Prabowo Subianto berpasangan dengan Cak Imin, elektabilitas dua pasangan calon tersebut hanya terpaut 0,2 persen.

“Dalam simulasi 3 pasangan Calon Presiden – Wakil Presiden, Ganjar Pranowo – Erick Thohir memperoleh angka elektabilitas (30.4%), diikuti Prabowo Subianto – Muhaimin Iskandar (30.2%) dan Anies Baswedan – Agus Harimurti Yudhoyono (20.3%),” papar Direktur Ekskutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda, dalam rilis yang diterima rasioo.id.

Baca Juga : Survei Poltracking : Prabowo 33 %, Ganjar 31,1 %, Anies 22,4 %

Hanta menilai, variabel cawapres menjadi sangat penting dalam mendongkrak perolehan suara. Hal tersebut dikarenakan, elektabilitas Prabowo, Ganjar, dan Anies sangat dinamis dan kompetitif. Pada Survei terbaru Poltracking, elektabilitas Prabowo Subianto (33.0%), Ganjar Pranowo (31.1%), dan Anies Baswedan (22.4%).

“Posisi dari ketiga capres ini sangat dinamis dan kompetitif, mengingat pergerakan tren ketiganya sangat fluktuatif, terutama Prabowo Subianto (33.0%) dan Ganjar Pranowo (31.1%) posisi elektabilitasnya sangat kompetitif. Sebagai konsekuensi, variabel cawapres menjadi sangat penting dalam mendongkrak perolehan suara,” ujarnya, dikutip rasioo.id dari laman poltracking Indonesia, Jum’at 28 April 2023.

Selain itu, terjadi pergeseran peta elektoral calon wakil presiden. Hanta mengatakan, pada simulasi 10 nama cawapres, hanya tiga nama yang elektabilitasnya berhasil menembus angka dua digit dan cukup kompetitif.
“Pada survei Februari, Ridwan Kamil (16.7%), Erick Thohir (16.5%), dan Sandiaga Salahuddin Uno (11.9%),” ujarnya

Sementara nama lainnya, Agus Harimurti Yudhoyono (8.7%), Khofifah Indar Parawansa (6.7%), Mahfud MD (4.8%), Andika Perkasa (2.7%), Puan Maharani (2.5%), Muhaimin Iskandar (2.4%), dan Airlangga Hartarto (1.9%).

Namun demikian, hasil Survei tahun ini masih sangat berpotensi mengalami perubahan yang dinamis. Hal tersebut antara lain berikaitan dengan potensi partisipasi pemilih dan kemantapan pilihan. Menurut Hanta, Sebanyak 72.2% publik mengatakan akan pasti mencoblos pada Pemilu Serentak 2024, sementara masih ada yang belum pasti mencoblos 16.8% dan tidak akan mencoblos (2.4%).

“Sedangkan publik yang ingin mengubah pilihan masih dominan, sebanyak (66.7%) publik mengatakan masih mungkin mengubah pilihan, sedangkan (17.0%) mengatakan tidak akan mengubah pilihan. Sehingga posisi politik masih akan sangat dinamis ke depannya, baik itu elektabilitas capres – cawapres maupun partai politik,” paparnya.

Hanta menambahkan, temuan ini merupakan potret terbaru pergeseran peta elektoral capres, cawapres, dan partai politik dalam temuan survei Februari, Maret, dan April 2023. Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi dalam Pilpres 2024.
“Variabel Cawapres dan komposisi koalisi, sangat menentukan perolehan suara pasangan capres-cawapres dan partai politik pendukungnya,” tandasnya.

Komentar