Mengenal Kadal Purba Penjaga Ekonomi Labuan Bajo

Butuh waktu sekitar dua jam untuk sampai di taman nasional seluas total 1.817 km2 tersebut menyusuri perairan Laut Flores. Komodo adalah kadal purba raksasa bernama latin Varanus komodoensis yang telah ada sejak 40 juta tahun lampau.

Saat ini, populasi komodo sekitar 2.793 ekor dan hanya menyebar di Pulau Rinca (1.336 ekor), Pulau Komodo (1.288 ekor), Nusa Kode (86 ekor), dan Gili Motang (83 ekor). Padahal, dikatakan peneliti biologi Amerika Serikat, Michael Hutchins dalam bukunya Komodo Dragons, sampai menjelang era 1980, populasinya masih di kisaran 4.000-5.000 ekor.

Spesies ini sangat rentan terhadap kepunahan dan dalam daftar Badan Internasional Konservasi Alam (IUCN), telah masuk ke dalam daftar merah (Red List) kategori genting (Endagered/EN). Hewan karnivora berekor panjang ini pertama kali didokumentasikan secara ilmiah oleh Direktur Museum Zoologi Bogor Pieter Antonie Ouwens, pada 1912 silam.

Ilmuwan Belanda itu menuliskan jurnal setelah menerima laporan penemuan biawak raksasa sepanjang 6–7 meter disertai bukti foto dan spesimen kulit dari pelaut berpangkat letnan kolonel bernama Jacques Karel van Steyn van Hensbroek. Artikel soal ora, sapaan masyarakat suku Manggarai untuk komodo, membuat peneliti Douglas W Burden melakukan ekspedisi ke Pulau Komodo pada 1926.

Ia membawa 12 spesimen yang diawetkan serta dua ekor komodo hidup untuk keperluan penelitian. Burden pula yang akhirnya memberi nama komodo dragon untuk hewan asli Indonesia ini.

Komentar