RASIOO.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal Presiden pengganti Joko Widodo 2024 mendatang. Luhut meminta sosok pengganti Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak terlalu banyak omong.
Menurut dia, pengganti Jokowi harus fokus melanjutkan program hilirisasi. Luhut berharap pembicaraan soal politik dikurangi.
“Ini (hilirisasi) nggak akan selesai sampai 2040, jadi siapapun presiden yang akan datang, lu kerjain ini aja deh, gak usah banyak omong,” katanya dalam Seminar yang diselenggarakan Ikatan Alumni ITB angkatan 1978 di The Westin Jakarta, Selasa 9 Mei 2023.
Baca Juga : Kandidasi Presidensial dan Soliditas Koalisi
Luhut menyoroti pihak-pihak yang hanya memberikan janji surga, tanpa disertai cara mewujudkannya. Sebab menurutnya hal itulah yang lebih penting.
“Makanya Bappenas itu saya koreksi juga ke bapak Presiden. Pak itu sudah janji surga, keadilan kemakmuran, itu terus bahasanya. Tapi how we do it? how do we execute? itu yang menurut saya lebih penting,” tegasnya.
Luhut menegaskan penting bagi Indonesia agar mengeksekusi dan mengkombinasikan hilirisasi, baik nikel, bauksit, hingga copper atau tembaga. Dengan hilirisasi Luhut berharap produk tersebut memberikan nilai tambah dan memberi kesejahteraan bagi Indonesia.
“Itu harus kita jawab, bagaimana kita mengeksekusi hilirisasi ini, mengkombinasikan dari nikel, bauksit, copper. Bagaimana menjadi suatu produk yang punya nilai tambah membuat kesejahteraan bangsa republik kita ini,” tegasnya.
Baca Juga : Membaca Peta Politik Pasca Deklarasi Capres PDIP Menuju Pemilu 2024
Sebelumnya, Luhut mengatakan pengolahan bahan mentah menjadi produk industri (hilirisasi) dan penerapan transformasi ekonomi menjadi salah satu kunci untuk Indonesia menjadi negara maju di 2045. Hal ini diungkapkan dalam Business Forum di Seoul, Jumat kemarin.
Implementasi kebijakan hilirisasi selama ini terbukti memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Kontribusi itu berkaitan dengan meningkatkan nilai ekspor, memberikan kontribusi terhadap PDB, memperbaiki neraca perdagangan, penyerapan tenaga kerja, mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Jawa untuk pemerataan pembangunan.
“Akibatnya sekarang ada banyak investasi yang tidak hanya fokus di Pulau Jawa dan jumlah ekspor kita pun meningkat,” tutur Luhut.











Komentar