RASIOO.id – Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, pihaknya sedang mendalami adanya pihak-pihak yang membantu pelarian ASR (17) alias Tukul bersembunyi. Pelaku utama pembacokan yang menewaskan siswa SMK Bina Warga 1 Kota Bogor, Arya Saputra diketahui berpindah-pindah lokasi dalam dua bulan pelariannya.
“Itu (pihak yang menyembunyikan) sedang kita dalami, saat ini ASR alias Tukul sedang menjalani pemeriksaan oleh Satreskrim,” ujarnya.
Baca Juga : Tukul Si Pembunuh Pelajar Bogor Arya Saputra Sembunyi di 4 Wilayah
Bismo menambahkan, Tukul terdeteksi pernah bersembunyi di daerah Cianjur adn beberapa lokasi lainnya sebelum polisi akhirnya meringkus pelajar SMK Yapis Kota Bogor tersebut di daerah Yogyakarta. Tukul ditangkap di sebuah warung. Menurut Bismo, Tukul bertahan di lokasi persembunyiannya karena mendapat penghasilan dari pekerjaan yang dijalaninya. Belum disebut Tukul bekerja sebagai apa.
“Betul, dia sudah bekerja,” katanya.
Baca Juga : Ini Tampang ASR Alias Tukul Pelaku Utama Pembacokan Arya Saputra Saat Tiba di Polresta Bogor Kota
Sekedar mengingatkan, peristiwa pembacokan di Simpang Pomad, Jalan Raya Jakarta-Bogor terjadi pada Jum’at 10 Maret 2023, sekira pukul 19.30 WIB. Saat itu, korban Arya Saputra dan teman-temannya baru selesai mengerjakan soal ujian tengah semester di sekolahnya.
Namun, saat menyeberang jalan, tiga pelajar asal SMK Yapis Kota Bogor, yakni MA (17) alias Bani, SAF (18), dan ASR (17) alias Tukul datang dengan mengendarai sepeda motor. Tukul yang berada di boncengan paling belakang menebaskan golok panjang ke arah siswa yang sedang menyeberang jalan.
Golok berkarat sepanjang 70 sentimeter itu tepat mengenai leher Arya Saputra. Luka sangat dalam memanjang hingga ke pipi korban. Arya terhuyung dan beberapa meter kemudian ambruk dengan tubuh bersimbah darah. Arya meninggal di lokasi kejadian.
Menurut polisi, Arya menjadi korban sasaran acak. Pelaku sebenarnya mencari pelajar lain berinisia A yang sempat saling ejek di media sosial. Namun, pelaku tidak menemukan sasaran yang dicari dan melampiaskan perbuatan kejinya terhadap siswa lain yang tidak tahu menahu duduk persoalan.









Komentar