RASIOO.id – Warga di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 11 Oktober 2023 digegerkan dengan lokasi pengeboran sumur bor yang tiba-tiba bercampur gas dari dalam tanah.
Dalam jarak 20 meter, masyarakat sekitar diungsikan ke tempat yang aman.
“Saya imbau warga agar tidak mendekat kelokasi dengan radius 20 meter,” kata Camat Sukaraja Ria Marlisa.
Sementara untuk warga masyarakat khususnya yang mengontrak agar meninggalkan lokasi sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.
“Kita akan menutup akses ke lokasi mengingat semburan air masih berlanjut bersamaan dengan Gas metan,” beber dia.
Baca Juga: Diduga Tercemar, H. Ade Yana Perintahkan Tim Gakkumdu DLH Kabupaten Bogor Sisir Aliran Kali Cikalang
Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin menambahkan, setelah dilakukan assesment sedikitnya ada 39 kontrakan yang terdampak dan diharuskan untuk mengungsi.
“Izin yang terdampak 39 kontrakan 59 jiwa dan 2 balita di ungsikan ke rumah kerabat terdekat,” kata Jalal.
Sebelumnya, dia mendapatkan informasi pada pukul 16.45 WIB dan segera menuju lokasi kejadian untuk memastikan kebenarannya.
Sedang pengerjaan sumur bor di perkirakan kedalaman sumur 100 meter.
“Tiba-tiba keluar semburan air bercampur gas, dari PGN Pertamina dinyatakan gas tersebut gas metan,” bebernya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjauh dari lokasi tersebut, lantaran sangat berbahaya.
Masyarakat juga dilarang mengunakan benda-benda yang dapat memicu terjadinya sambaran api atau ledakan di sekiran lokasi, oleh karena itu dipasangkan garis polisi untuk mensterilkan titik semburan gas.
Baca Juga: Polisi Terapkan Pengalihan Arus Kirab Merah Putih Saat Maulid Nabi di Bogor
“Himbauan warga untuk jangan mendekat dan sudah dipasang garis polisi untuk. Situasi belum kondusif dan penghuni kontrakan untuk saat ini dikosongkan karena area disterilkan,” ujarnya.
Langkah selanjutnya BPBD akan meminta tim ESDM untuk melakukan pengecekan lebih lanjut di lokasi kejadian.
Simak rasioo.id di GoogleNews














Komentar