RASIOO.id – Presiden Joko Widodo menjadi sorotan publik usai mengizinkan putra sulungnya Gibra Rakabuming Raka menjadi cawapres mendamping Prabowo Subianto. Sikap Presiden Jokowi memantik reaksi publik dan menjadi dinamika politik menjelang Pilpres menjadi semakin tegang.
Apalagi Gibran dianggap bisa melenggang maju karena keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan gugatan syarat minimal usia capres bisa di bawah 40 tahun asalkan pernah menjabat atau sedang menjabat kepala daerah. Ketua MK Anwar Usman yang merupakan adik ipar Presiden Jokowi, membuat curiga sebagian masyarakat atas putusan itu.
Namun, mantan Wali Kota Solo itu nampaknya punya cara mengatasi ketegangan itu. Hari ini, Senin 30 Oktober 2023, Jokowi mengundang 3 capres makan siang di Istana Presiden, Jakarta. Prabowo Subianto capres dari Koalisi Indonesia Maju, hadir bersama capres lainnya, yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Bersama Presiden, tiga tokoh yang berkontestasi di Pilpres itu nampak akrab sambil menikmati menu makan siang.
“Jadi bagus kita semua dalam suasana yang akrab,” kata Prabow Subianto mengungkap suasana pertemuan makan siang antara capres dengan Presiden Jokowi.
Baca Juga : Pengamat Politik UNIS Sebut Hubungan Megawati-Jokowi Tak Terpengaruh Gibran Cawapres Prabowo
Kata Prabowo, dia Anies dan Ganjar mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas undangan makan siang itu. Sebab, lanjutnya, dia dan dua capres lainnya jarang bisa kumpul bersama.
“Tadi kami juga mengucapkan terima kasih diundang. Kalau nggak diundang kita jarang bisa kumpul ya. Tadi itu saya kira demikian ya,” tandasnya.
Semantara Bacapres lainnya, Ganjar Pranowo mengungkap, Jokowi sebagai orang baik yang dinilai akan menjaga demokrasi di pemilu dengan baik.
“Tadi kami bertiga bareng ngobrol bersama Pak Presiden, kita tahu persis Pak Presiden mencoba untuk kita selalu bisa berkomunikasi dengan baik, Insya Allah juga akan mendukung sistem demokrasi yang baik,” ungkap Ganjar.
Hal senada juga disampaikan Anies Baswedan. Anies mengatakan Presiden inging memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. Karena itu, Presiden Jokowi, kata Anies akan mengumpulkan aparat untuk menjamin netralitas di pemilu 2024 yang akan datang.
“Tadi beliau sampaikan, beliau memang mengumpulkan Penjabat Gubernur, Bupati bahkan akan mengumpulkan TNI-Polisi dan semua aparat-aparat untuk netral,” kata dia.













Komentar