Kebun Bahagia Kota Tangerang, Ikhtiar “Mengikis” Penat Warga

 

RASIOO.id – Kebun Bahagia, begitulah warga sekitar memberikan nama. Di sudut kota, jauh dari hingar bingar politik dan bising mesin industri, warga RT 04/05, Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang “menyulap” lahan seluas kurang lebih 500 meter menjadi perkebunan yang juga menjadi tempat edukasi, dan objek wisata.

Ada sejumlah pohon ditanam, kolam ikan, dan paseban tempat berkumpul. Selain itu, musola sebagai fasilitas pendukung kini juga tengah dibangun.

Pengurus Kebun Bahagia, Royani mengatakan, Kebun Bahagia tidak hanya sebagai tempat untuk bertani dalam rangka mengedukasi masyarakat sekitar akan pentingnya ketahanan pangan, tapi juga tempat untuk menepi dari penatnya rutinitas sehari-hari. Kebun bahagia, kata dia, jadi tempat untuk berkumpul warga, membangun silaturrahim dan keakraban antar sesama warga.

“Dari perkumpulan dan bincang-bincang sederhana, Kebun Bahagia menjadi tempat untuk warga membangun kreativitas dalam bidang usaha ekonomi, seni budaya, hingga tempat untuk berbagi ilmu pengetahuan,” kata dia.

Baca Juga : Bangun Kesadaran Politik, Majelis Milenial Gen Z Kota Tangerang Ingatkan Suara Generasi Muda di Pemilu 2024 Tentukan Masa Depan Bangsa121

Benar apa yang dikatakan Royani, sejak didirikan, berbagai aktivitas pendidikan memang kerap digelar di Kebun Bahagia. Sejumlah siswa d ari sekolah-sekolah terdekat, beberapa kali berkunjung dan melakukan kegiatan belajar mengajar di tempat itu. Perkumpulan Majelis Milenial Gen Z Kota Tangerang, pada Mingu 5 November 2023 lalu juga digelar di Kebun Bahagia. Puluhan pemuda yang datang dari berbagai penjuru Kota Tangerang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kami mendukung segala aktivitas positif yang dilakukan anak-anak muda kita,” kata dia.

Kegiatan pemuda di Kebun Bahagia beberapa waktu lalu (Heru Huzainy/rasioo.id)

Rudisalam selaku Ketua RT 04 menjelaskan, kebun bahagia merupakan ruang terbuka hijau yang semakin jarang ditemui di tengah semakin nenyempitnya lahan di perkotaan. Karena itu, Kebun Bahagia, kata Rudi, bisa dikatakan berfungsi sebagai paru-paru kota dan ruang untuk bermain anak-anak.

“Karea itu, yang datang berkunjung dan bermain disini kita harapkan dapat menemukan bahagianya masing-masing, mengakrabi alam dan melepas segala penat,” ucapnya pada Selasa 7 November 2023.

Namun, sayangnya, lahan yang sedikit demi sedikit dibangun untuk fasilitas umum itu bukan milik pribadi dirinya, dan bukan juga lahan hibah. Lahan tersebut merupakan milik salah satu pengembang yang sewaktu-waktu dapat saja dibangun untuk kepentingan komersil.

“Kami tentu saja membangun komunikasi dengan pemilik lahan agar berkenan untuk meminjamkan sedikit lahannya sebagai ruang terbuka hijau dan tempat bermain anak-anak,” harapnya.

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar