Di kawasan bagian Utara Bogor Barat, akan menjadi kawasan pusat perkembangan ekonomi, yang melingkupi Kecamatan Tenjo, sebagian Parungpanjang, Gunung Sindur, dan sebagian Rumpin.
“Tenjo, Parungpanjang, Rumpin. Itu ditunjang oleh kereta double track. Dengan adanya itu, mendorong pertumbuhan yang cepat, perumahan mulai muncul, industri mulai muncul dan segala macam,” kata Ajat, Sabtu 25 November 2023.
Ajat mengasumsikan teori balon pada kawasan Utara yang berbatasan dengan wilayah Tangerang. Dimana, semakin tinggi perputaran ekonomi di Tangerang, maka semakin cepat potensi wilayah perbatasan menampung pecahan-pecahan keuntungan ekonomis dari wilayah tersebut.
“Itu kalau kita pakai teori balon, untuk daerah Tangerang dan Tangerang Selatan, dia lama kelamaan akan pecah ketika si balon itu makin padat (pertumbuhan ekonominya). Dan kita menampung pecahan,” papar dia.
Ia mengasumsikan, para investor akan lebih tertarik pada wilayah pecahan di tengah padat dan mahalnya investasi di wilayah utama perkembangan ekonomi.
“Di Tangsel misalnya, satu meter tanah bisa Rp6 sampai Rp10 juta, di sini (kawasan Tenjo dan sekitarnya) masih Rp300 ribu-an. Mereka (pengembang) sudah mulai investasi sejak lama. Mereka melakukan itu, saat ini saat akses mulai mudah, mereka mengembangkan. Salah satunya Podomoro di Tenjo,” papar dia.
Ia menginginkan, masyarakat juga visioner dalam melihat arus perkembangan kawasan mereka. Sehingga, masyarakat tidak gigit jari tatkala perkembangan itu mulai dirasakan oleh mereka.
“Jangan sampai seperti di Gunung Sindur, di sana tanah ribuan hektare itu dikuasai oleh hanya 3 sampai 4 pengembang saja,” jelas dia.














Komentar