Pejabat Kerap Jadi Korban Pemerasan, Pj Bupati Bogor: Jangan takut lapor

 

RASIOO.id – Penangkapan Yusuf Sulaeman (YS) pelaku pemerasan yang mengaku sebagai petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuktikan praktik pemerasan kerap menyasar pada pejabat pemerintahan. YS belakangan diketahui  sudah tiga kali menerima uang dari pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor dengan memanfaatkan identitas palsunya.

Atas kejadian tersebut, Penjabat Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, mengimbau agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak takut untuk melapor ke penegak hukum jika mengalami pemerasan.

“Masyarakat, termasuk jajaran Pemkab Bogor, jika mengalami pemerasan, segera laporkan kepada kantor polisi terdekat,” tegas Asmawa di Cibinong, Jumat, 26 Juli 2024.

Asmawa berharap, dengan adanya imbauan ini, ASN akan lebih berani melapor jika menghadapi kasus serupa dan menjaga integritas serta keamanan di lingkungan pemerintah.

Sementara itu, Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro menjelaskan pemerasan yang dilakukan  oleh tersangka Yusuf Sulaeman terhadap pejabat Disdik kabupaten Bogor dilakuka sejak awal Januari 2023. Total uang yang diterima YS dari korbannya mencapai Rp700 juta.

“Adapun korban (para ASN) mengalami kerugian sebesar Rp700 juta dengan tiga kali penyerahan,” kata Rio, Jumat 26 Juli 2024.

Pada Januari 2023, pelaku memeras Rp350 juta kepada pegawai Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor di lokasi instansi tersebut.

“Kedua terjadi bulan april 2024 terjadi penyerahan uang sebesar Rp50 juta di daerah Cibinong Bogor,” papar dia.

Transaksi ketiga dilakukan pada 3 April 2024 dengan nilai Rp300 juta di wilayah Kecamatan Gunung Putri. Ketiga transaksi itu dilakukan oleh empat orang ASN di Dinas Pendidikan.

Dari perbuatannya, pelaku pemerasan itu disangkakan dengan pasal 368 KUHP dan 378 KUHP dengan ancaman penjara selama 9 tahun.

“Adapun yang kami sita adalah, uang tunai Rp300 juta, 2 unit mobil, 1 mobil Porsche kemudian satu unit mobil Alphard yang keterkaitannya adalah terjadi di awal bulan januari tahun 2023 tersebut,” tutup dia.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar