RASIOO.id – Sepekan menjelang pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor dibuka, belum ada pasangan calon yang resmi mendapat rekomendasi dari partai politik atau koalisi partai.
Elite lokal tampaknya terkungkung oleh kepentingan politik nasional di Jakarta, yang tengah fokus mengamankan posisi dalam kabinet pemerintahan mendatang. Kondisi ini terjadi karena Pilkada serentak tahun ini digelar pasca Pemilu dan Pilpres, namun sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
Wakil Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya, menilai bahwa pengaruh elite politik di Jakarta terhadap konstelasi politik daerah sering kali bersifat kasuistis dan tidak bisa digeneralisasi.
“Formasi koalisi di Pilpres tidak selalu sepenuhnya diterjemahkan ke tingkat daerah karena irisan kepentingannya tidak selalu linier.
Berkas B1KWK yang menjadi syarat pendaftaran calon kepala daerah memang harus dikeluarkan oleh DPP partai, namun sering kali hal ini ditafsirkan secara keliru, seolah menunggu konsensus dari elite politik Jakarta. Padahal, asumsi tersebut bisa saja tidak relevan,” ujar Kang AW.
NasDem-Golkar vs Gerindra Cs
Partai NasDem telah memutuskan untuk mengusung Jaro Ade sebagai calon Bupati Bogor, berdasarkan hasil survei dari lembaga survei independen yang menunjukkan Jaro Ade berada di posisi tertinggi.
“Jika ingin menerapkan prinsip ‘play to win‘, NasDem secara objektif merujuk pada hasil survei tersebut dan tidak ragu mengusung Jaro Ade,” ujar Kang AW.
Mengenai rencana koalisi, Kang AW menyatakan bahwa NasDem, Golkar, dan PKS sepakat mengusung Jaro Ade sebagai calon bupati, dengan PKS mengajukan Agus Salim sebagai calon wakil bupati. NasDem masih membuka peluang bagi figur lain yang dianggap lebih layak mendampingi Jaro Ade.
“Esensi demokrasi adalah memberikan ruang partisipasi bagi semua pihak,” tambahnya.
Kang AW juga menegaskan bahwa NasDem telah menyusun pokok-pokok pikiran yang diharapkan menjadi bagian dari janji kampanye pasangan kandidat yang akan diusung.
“Pokok-pokok pikiran ini sangat penting bagi NasDem dan akan menjadi bagian dari kontrak politik dengan calon kepala daerah. Pilihan kami tidak didasarkan pada mahar politik, tetapi pada kebijakan strategis untuk kebaikan warga Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Di sisi lain, Partai Gerindra mengklaim telah bersepakat dengan enam parpol lainnya untuk mengusung Rudy Susmanto sebagai calon bupati. Politisi Partai Gerindra, Andi Permana, menyebut tujuh partai yang menyepakati koalisi ini adalah Partai Gerindra, PPP, Demokrat, PDIP, PKS, PKB, dan Partai Amanat Nasional.
Andi mengatakan bahwa koalisi ini tinggal menunggu rekomendasi dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, terkait pasangan calon yang akan diusung.
“Dengan siapapun, Pak Rudy Susmanto siap,” tegas Andi.
Simak rasioo.id di Google News












Komentar