Warga Gunungsindur Bogor Demo Efek Jalan Warga Ditembok Pengembang Perumahan

RASIOO.id – Puluhan warga dari Kampung Gulusur, RW 08, Desa Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, melakukan aksi damai pada Kamis, 14 November 2024, memprotes penutupan akses jalan oleh salah satu perusahaan perumahan.

Aksi ini dipicu penutupan jalan utama yang selama ini digunakan oleh warga di dua RT, yaitu RT 02 dan RT 03.

“Aksi hari ini spontan dari warga yang terdampak penutupan akses jalan oleh perusahaan. Sekitar 40 orang warga turun langsung melakukan aksi damai di lokasi,” kata Juheri, salah satu warga yang terdampak.

Menurut Juheri, akses jalan tersebut digunakan oleh puluhan kepala keluarga di Kampung Gulusur dan menjadi kebutuhan utama bagi warga dalam aktivitas sehari-hari.

Ia berharap perusahaan memberikan solusi agar warga tetap bisa menggunakan akses tersebut.

“Kami dari warga hanya meminta kebijakan dari pihak perusahaan, yang mengklaim bahwa lokasi tanah dan jalan ini adalah milik perusahaan. Perusahaan besar ini, yang memiliki lahan seluas 50 hektar, seharusnya bisa menyediakan akses jalan bagi warga,” jelas Juheri.

Ketua RT 03, Udin, menambahkan bahwa perusahaan PT Subur yang memiliki lahan di lokasi tersebut saat ini sedang bersiap membangun perumahan, sehingga beberapa akses jalan warga menjadi tertutup.

Akibat penutupan ini, 68 kepala keluarga terkena dampaknya karena rumah mereka berada di tepi lahan milik perusahaan.

“Jika ada acara warga, seperti hajatan atau kegiatan lainnya, tidak ada akses jalan lain yang bisa digunakan untuk masuk ke wilayah permukiman yang terdampak penutupan,” ujar Udin.

Warga berharap agar perusahaan PT Subur Progres mempertimbangkan permohonan mereka agar akses jalan tetap terbuka.

“Kami warga hanya bisa memohon kepada pihak perusahaan. Jika permohonan kami dikabulkan, kami akan sangat berterima kasih,” tambah Udin.

Sebagai informasi, jalan yang kini ditutup oleh tembok perusahaan tersebut sebelumnya telah diperbaiki dan dibeton oleh Pemerintah Desa Gunung Sindur melalui program Dana Desa (DD).

Hingga berita ini disusun, pihak pemerintah desa dan perusahaan terkait masih belum memberikan konfirmasi resmi terkait aksi warga ini.

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar