RASIOO.id – Aksi unjuk rasa ratusan sopir truk yang menolak aturan Over Dimension Over Load (ODOL) pada Kamis, 19 Juni 2025, berdampak langsung pada ketersediaan dan harga bahan pokok sayuran di Pasar Cicangkal, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Beberapa jenis sayuran mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, terutama cabai dan bawang merah.
“Yang paling terasa itu harga cabai, naiknya bisa sampai Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram,” ujar Abay Satan (43), pedagang sayuran di Pasar Cicangkal, Sabtu, 21 Juni 2025.
Baca Juga: Awal Tahun 2025 Harga Cabai Rawit Makin Pedas Bikin Pembeli dan Pedagang Menjerit
Abay menyebutkan, harga bawang merah juga ikut naik sekitar Rp2 ribu per kilogram. Selain itu, harga daun seledri dan berbagai jenis cabai melonjak drastis akibat keterlambatan pengiriman barang dari luar daerah.
“Karena demo sopir truk soal ODOL itu, barang nggak sampai ke pasar, jadi kosong. Pengiriman terhambat,” jelasnya.
Kelangkaan pasokan membuat para pedagang harus menghadapi keluhan dari konsumen yang kaget dengan kenaikan harga.
“Banyak pembeli yang tanya-tanya, kenapa sekarang harganya mahal. Ya saya jelaskan, karena pengiriman terganggu,” tambah Abay.
Kondisi ini juga dirasakan oleh Neng Ai, pedagang masakan matang di kawasan Cicangkal. Ia mengaku omzet dagangannya turun drastis hingga 50 persen.
“Harga cabai sekarang sampai Rp50 ribu per kilo. Sebelumnya cuma Rp25 ribu, sekarang segitu pun susah dapat,” ucap Neng Ai.
Meski mengalami penurunan pendapatan, Neng Ai memilih tetap mempertahankan kualitas masakannya.
“Keuntungan memang turun, dari yang biasanya Rp50 ribu sekarang cuma Rp25 ribu. Tapi saya tetap pakai bahan lengkap supaya rasa masakan nggak berubah,” tuturnya.
Aksi protes terhadap regulasi ODOL ini menjadi salah satu contoh bagaimana kebijakan transportasi bisa berdampak langsung pada rantai pasok dan harga kebutuhan pokok masyarakat, terutama di wilayah-wilayah pinggiran seperti Rumpin.
Simak rasioo.id di Google News









Komentar