Pemerhati Minta Pemkot Tangerang Tetapkan Skala Prioritas Pembangunan

 

RASIOO.id – Pemerintahan Kota Tangerang di bawah kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono dinilai memiliki keuntungan dalam melanjutkan pembangunan yang bersifat berkesinambungan. Hal ini disampaikan oleh Pemerhati Kebijakan Publik dari Universitas Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Adib Miftahul.

Menurut Adib, keberlanjutan pembangunan menjadi kunci karena program-program yang dijalankan saat ini merupakan kelanjutan dari era Wali Kota sebelumnya, Arief R. Wismansyah, serta masa Penjabat (Pj) Wali Kota Nurdin.

“Kebijakan pembangunan ini sudah berkesinambungan dengan visi misi yang ada. Keuntungan pemerintahan Sachrudin-Maryono adalah tinggal melanjutkan pola yang sudah berjalan,” kata Adib, Sabtu, 26 Juli 2025.

 

Adib menilai, posisi Sachrudin sebagai petahana memberikan keunggulan tersendiri, terutama dalam aspek penganggaran.

“Penganggaran tidak terlalu ribet karena tidak jauh berbeda dengan visi misi mereka. Ini membuat proses pembangunan lebih mudah dijalankan,” ujarnya.

 

Meski demikian, Adib mengingatkan pentingnya komitmen pemerintah daerah untuk merealisasikan janji politik yang disampaikan saat kampanye.

“Pembangunan harus sesuai janji kepada masyarakat. Jangan hanya menjadi slogan, tapi benar-benar diwujudkan,” tegasnya.

 

Tentukan Skala Prioritas

Lebih lanjut, Adib menekankan perlunya skala prioritas pembangunan, khususnya pada sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

“Penanganan banjir, perbaikan jalan rusak, dan program bedah rumah harus menjadi fokus utama. Banjir terjadi setiap tahun, ini seharusnya menjadi perhatian serius Pemkot,” jelasnya.

 

Selain infrastruktur dasar, Adib juga menyoroti persoalan fasilitas pendidikan, terutama keterbatasan ruang kelas di tingkat SMA/SMK sederajat. Meski kewenangan SMA/SMK berada di pemerintah provinsi, ia menilai Pemkot Tangerang perlu mengambil peran.

“Kekurangan ruang kelas di SMA/SMK selalu terjadi setiap tahun. Meskipun bukan kewenangan Pemkot, tapi mereka harus menginisiasi upaya agar masalah ini teratasi,” ujarnya.

 

Minim Hambatan, Waspadai Intervensi Proyek

Secara umum, Adib menilai visi dan misi Sachrudin-Maryono relatif mudah dijalankan karena sifatnya melanjutkan program sebelumnya. Namun, ia mengingatkan potensi kendala yang muncul terkait dugaan intervensi oknum aparat penegak hukum dalam proyek pembangunan.

“Halangan yang muncul hanya isu adanya oknum aparat yang cawe-cawe proyek. Ini harus diantisipasi agar pembangunan berjalan bersih dan sesuai aturan,” pungkasnya.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar

Rekomendasi Untuk Anda