Oleh : Yudistira Pratama Aristiawan (Mahasiswa Sains Komunikasi FISIP Universitas Djuanda)
PERKEMBANGAN teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Saat ini, hampir semua proses belajar mengajar sudah terintegrasi dengan teknologi, mulai dari penggunaan platform e-learning, aplikasi pembelajaran interaktif, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mengukur kemampuan peserta didik. Perubahan ini jelas memberikan peluang besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Namun, di balik peluang tersebut, muncul juga ancaman yang tidak bisa diabaikan. Ketergantungan berlebihan pada teknologi bisa menurunkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Mereka lebih cenderung mencari jawaban instan di internet daripada berusaha memahami prosesnya. Selain itu, masalah lain seperti kurangnya literasi digital, akses internet yang tidak merata, serta potensi penyalahgunaan media sosial juga menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.
Menurut saya, pendidikan digital bukanlah ancaman, melainkan sebuah peluang besar asal dikelola dengan bijak.
Guru dan orang tua harus berperan aktif membimbing siswa agar mampu menggunakan teknologi secara tepat guna. Pemerintah juga perlu memastikan pemerataan akses digital agar kesenjangan pendidikan tidak semakin melebar.
Pendidikan digital adalah keniscayaan. Yang menentukan hasil akhirnya bukanlah teknologinya, tetapi bagaimana kita mengelolanya.
Jika diarahkan dengan benar, generasi muda Indonesia akan tumbuh sebagai generasi cerdas, adaptif, dan siap bersaing di era global.




Komentar