RASIOO.id – Komisi II DPRD Kabupaten Bogor mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi sampah yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Heri Gunawan menjelaskan, retribusi sampah disarankan menggunakan digitalisasi.
“Karena hari ini pembayarannya masih menggunakan cara konvensional atau bayar manual, sehingga ada banyak kebocoran. Maka perlu adanya inovasi baru dalam menggali restribusi sampah ini,” jelas dia, Selasa 11 November 2025.
Sekertaris fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bogor itu memaparkan, retribusi sampah bisa dirubah dengan cara digitalisasi yang langsung terintegrasi dengan Bappenda Kabupaten Bogor.
“Jadi saran saya, retribusi sampah itu dilakukan dengan cara pembayaran secara digital, seperti virtual account dan pembayaran sejenisnya,” jelas dia.
Meski demikian, DLH Kabupaten Bogor harus terlebih dahulu melakukan pendataan ulang agar tidak ada masyarakat ataupun perusahaan yang terlewatkan untuk difasiltasi pembuangan sampahnya.
“Datanya dirapihkan dan integritaskan ketika nanti saat digitalisasi dilakukan, tidak ada yang tertinggal. Masyarakat pun bisa komplain melalui digital jika sampah mereka tidak terangkut,” jelas dia.
Dengan begitu, Heri Gunawan menyakini akan mengurangi kebocoran PAD dari retribusi sampah yang saat ini dilakukan oleh DLH Kabupaten Bogor.
“Restribusinya kita terima, masyarakat terfasilitasi. Sehingga defisit APBD 2026 bisa teratasi dan pembangunan di Kabupaten Bogor bisa merata” tutup dia.
Simak rasioo.id di Google News










Komentar