Dalam Setahun, BNNK Bogor Cuma Amankan 3 Orang dengan 3 Kilo Ganja

RASIOO.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor berhasil mengungkap tiga Laporan Kejadian Narkotika (LKN) sepanjang tahun 2025. Capaian ini melampaui target yang ditetapkan BNN RI, yakni satu LKN dalam setahun.

Kepala BNNK Bogor, Kombes Anggun Cahyono, menjelaskan bahwa ketiga kasus tersebut terungkap di sejumlah wilayah rawan peredaran narkoba di Kabupaten Bogor.

LKN pertama melibatkan tersangka berinisial H dan J yang ditangkap pada Oktober 2025 di wilayah Tajurhalang. Barang bukti yang disita berupa sabu seberat 3,58 gram dan satu unit telepon genggam. Anggun menyebutkan, proses hukum terhadap kedua tersangka telah mencapai tahap P21.

Kasus kedua terjadi pada bulan yang sama di kawasan Cilebut Barat, Kabupaten Bogor. Tersangka berinisial AS diamankan dengan barang bukti berupa ganja kering seberat 2.014 gram dan satu unit telepon genggam.

Selanjutnya, LKN ketiga menyeret tersangka berinisial D alias B yang ditangkap pada November 2025 di Ciseeng. Petugas menyita ganja seberat 0,54 gram, sabu seberat 1,76 gram, serta dua unit telepon genggam. Perkaranya kini juga dalam proses menuju P21.

Kombes Anggun mengungkapkan, pengungkapan jaringan peredaran narkoba tersebut berhasil menekan aktivitas pengedar lokal di wilayah kategori rawan. Selain itu, BNNK Bogor juga mencatat sebanyak 47 orang telah menjalani asesmen terpadu sepanjang 2025.

Lebih lanjut ia menyampaikan, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui bantuan hibah yang memperkuat program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Dukungan serupa juga hadir dari Pemerintah Kota Bogor melalui Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2025 tentang P4GN.

“Kami terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat untuk memastikan wilayah Bogor Bersinar (Bersih dari Narkoba),” ujar Anggun, Kamis 11 Desember 2025.

Di bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, BNNK Bogor juga melaksanakan berbagai program edukasi berbasis komunitas.

Ribuan pelajar dan pemuda terlibat dalam kampanye tersebut dengan fokus penguatan ketahanan keluarga dan lingkungan. BNNK Bogor juga menerapkan gerakan “Ananda Bersinar” di puluhan PAUD dan SD di wilayah kerjanya.

Di sisi lain, Seksi Rehabilitasi BNNK Bogor menangani 70 klien penyalahguna narkoba sepanjang 2025.

Mayoritas klien berada pada usia produktif. Layanan rehabilitasi diberikan melalui pendekatan medis dan sosial, sekaligus pembinaan keterampilan untuk membantu para penyintas kembali berfungsi secara sosial.

“Inisiatif ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena memberikan solusi berkelanjutan bagi para pecandu untuk kembali hidup sehat dan produktif,” ujar Anggun.

Dengan beragam capaian ini, BNNK Bogor menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya pencegahan, penindakan, hingga rehabilitasi dalam menekan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Bogor.

Jangan Lewatkan

Komentar