Gas Alam di Lobang Emas PT Antam Bocor Tewaskan Gurandil?

RASIOO.id — Insiden tragis diduga kebocoran gas alam di salah satu lubang tambang emas milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk yang berlokasi di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Diduga lima warga sipil yang tengah mencari emas dikabarkan tewas.

Para korban diduga merupakan penambang emas ilegal atau Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang kerap disebut gurandil.

Informasi yang dihimpun rasioo.id menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi di area lubang tambang emas yang masih beroperasi secara resmi.

Kelima korban diduga meninggal dunia akibat keracunan gas beracun di dalam lubang tambang. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan adanya pekerja resmi PT Antam yang menjadi korban warga sipil dalam insiden tersebut.

Para korban disebut berasal dari Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, serta dari wilayah Cipanas, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Keberadaan mereka di dalam kawasan tambang emas tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait dugaan lemahnya pengamanan area tambang.

Sejumlah pihak menduga aktivitas PETI di kawasan tersebut tidak berdiri sendiri. Muncul dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu yang memfasilitasi atau membiarkan aktivitas penambangan ilegal berlangsung di area konsesi tambang milik BUMN tersebut.

Dugaan ini kini menjadi sorotan publik, mengingat kawasan tambang seharusnya steril dari aktivitas warga sipil.

Tragedi ini dinilai sebagai dampak dari praktik penambangan ilegal yang berisiko tinggi serta lemahnya pengawasan. Selain membahayakan keselamatan, aktivitas PETI juga kerap memicu kerusakan lingkungan dan konflik sosial di sekitar wilayah tambang.

Sementara itu, PT Antam mengklarifikasi dan meluruskan kabar yang beredar terkait gas yang ada dalam video.

Corporate Secretary PT Antam, Wisnu Danandi menuturkan, kabar yang menyebut adanya ratusan orang terjebak dalam area tambang dan gas beracun adalah tidak benar.

“Informasi yang beredar di media sosial maupun beberapa pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar (hoaks),” ujar Wisnu melalui keterangan resminya.

Dia menjelaskan bahwa video yang tersebar itu adalah dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah. Aktivitas itu telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan. Termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja.

“Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali,” jelasnya.

Komentar