RASIOO.id – Aktivitas syuting film yang berlangsung di Ruas Jalan K.S Tubun, Karawaci, Kota Tangerang, berdampak langsung pada arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi warga. Jalan tersebut ditutup sementara hingga 31 Januari 2026 oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Tangerang Kota.
Penutupan jalan dilakukan untuk mendukung proses produksi film yang memanfaatkan kawasan tersebut sebagai lokasi syuting. Namun, dari pantauan RASIOO.id di lapangan, kebijakan ini sempat memicu kemacetan dan kebingungan di kalangan pengendara.
Sejumlah pengguna jalan terlihat terburu-buru mencari jalur alternatif setelah tidak diizinkan melintas di ruas utama. Padahal, Jalan K.S Tubun merupakan akses vital yang menghubungkan Karawaci dengan Jakarta, Cadas, serta kawasan penyangga lainnya.
Tak hanya pengendara, dampak penutupan juga dirasakan para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari ramainya arus lalu lintas. Salah satunya Irwan, pedagang kopi keliling yang biasa mangkal di sekitar lokasi penutupan.
“Ya dampaknya kemacetan. Ini kan jalan utama buat orang kerja, yang dari Jakarta juga banyak lewat sini, termasuk yang dari Cadas,” ujar Irwan saat ditemui, Jumat, 30 Januari 2026.
Irwan mengaku hanya menerima informasi terbatas terkait penutupan jalan tersebut. Ia mengetahui adanya penutupan karena syuting, namun tidak mendapatkan penjelasan detail mengenai durasi penutupan hingga 31 Januari.
“Sebelumnya memang dikasih tahu kalau ditutup sementara karena ada syuting. Setahu saya begitu saja, mungkin Kapolres yang lebih tahu,” ungkapnya.
Minimnya informasi membuat pedagang seperti Irwan harus mencari lokasi alternatif demi mencukupi kebutuhan harian. Menurutnya, pelanggan tetap yang biasanya singgah untuk membeli kopi kini tidak lagi melintas.
“Biasanya ada langganan yang berhenti buat ngopi, ada penghasilan buat harian. Kalau begini jadi sepi, nggak ada yang berhenti. Mau nggak mau saya harus cari tempat lain buat dagang,” katanya.
Ia juga menyebut mendapat informasi dari petugas Dinas Perhubungan bahwa jalan tersebut kemungkinan akan dibuka kembali pada sore hari, bergantung pada situasi di lapangan.
“Katanya jam 5 sore bisa dibuka, lihat situasi. Saya cuma dikasih info segitu doang,” tambahnya.
Sementara itu, awak media RASIOO.id sempat mendapat teguran dari pihak penyelenggara syuting saat berada di lokasi. Media tidak diperkenankan melakukan wawancara maupun mengambil foto dan video di area syuting.
Pihak penyelenggara menyebut kegiatan tersebut telah mengantongi izin resmi dari Wali Kota Tangerang hingga Gubernur Banten.
Penyelenggara juga menegaskan bahwa penggunaan lokasi hanya berlangsung selama empat hari dan menilai pedagang lokal masih dapat beraktivitas di luar jam penutupan jalan.
Simak rasioo.id di Google News









Komentar