Dedie A Rachim Curhat Kendala Setahun Jabat Wali Kota Bogor : Baru Dilantik Langsung Hadapi Isu Efisiensi Anggaran

RASIOO.ID – Genap setahun menjabat sebagai Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim curhat soal beberapa tantangan yang dihadapi sejak dilantik pada Februari 2025 silam.

Diantaranya soal efisiensi anggaran dan tantangan komunikasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

‎”Pada saat saya dilantik di Februari tahun lalu, yang saya hadapi langsung adalah Inpres nomor satu tahun 2025 tentang efisiensi (anggaran, red),” kata dia kepada Rasioo.id pada Jumat, 20 Februari 2026.

Baca juga : Kumpulkan Pejabat, Dedie A Rachim Pastikan Ada Penambahan Jumlah Sekolah SMA di Kota Bogor pada 2026

Saat itu, kata dia, ada perubahan tata kelola dan alokasi anggaran yang awalnya dianggap prioritas, ternyata harus dikoreksi menurut pemerintah pusat.

‎”Tantangannya ada di akhir tahun kemarin adalah adanya perubahan alokasi anggaran transfer daerah. ‎Perubahannya Rp300 miliar,” ucap Dedie.

Ia menambahkan, hal itu jadi tantangan luar biasa yang harus diselesaikan dengan optimisme dan kolaborasi, serta sinergi dengan semua bidang.

‎”Masih ada urusan koordinasi antar lintas kewenangan seperti penanganan jalan kewenangan provinsi, penanganan jalan pusat. Ya itu kan dihadapi juga oleh semua daerah,” tandas dia.

Selain itu, komunikasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jawa Barat juga sudah cukup baik.

“Misalnya ada keterlambatan dalam pekerjaan yang dibantu pusat atau pemprov, misalnya material, ya itu hal yang diluar kendali kita,” ucap Dedie.

‎”Kemudian juga ada misalnya terkait penanganan jalan Batutulis, kita sudah bebaskan, kita sudah bayar melalui APBD 2025 lalu, hingga dibangunkan oleh pemerintah provinsi sesuai dengan komitmen,” tambah dia.

Kemudian, kata Dedie, ada pula tantangan terkait kebencanaan seperti misalnya longsor di Jalan Batutulis.

Sehingga jalan harus ditutup sementara dan Pemkot akan terus memperbaiki serta meningkatkan kualitas di jalan alternatif.

‎”Saya sudah minta kalau ada bangunan yang menutupi jalan terutama trotoar ya atau saluran air, segera kita bongkar, kemudian kita perbaiki kualitas jalan alternatifnya.” ujarnya.

“Itu hal-hal tantangan ya, selama 2025 kemarin kita hadapi dengan berbagai dinamika,” tutup Dedie.

Komentar