RASIOO.id – Suasana religius dan penuh kekhusyukan mewarnai tabligh akbar bertajuk “Ramadhan Healing Hati, Tenangkan Jiwa” yang digelar di Masjid Nurul Wathon, Minggu 22 Februari 2026. Dai muda yang akrab disapa Koh Dennis, Dennis Lim, hadir memberikan tausiyah sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Dalam kunjungan perdananya ke masjid tersebut, Ustadz Dennis menilai langkah Bupati Bogor yang memprioritaskan pembangunan masjid di awal masa jabatan sebagai keputusan yang penuh nilai spiritual dan visi peradaban.
“Peradaban besar selalu dimulai dari masjid. Saat Rasulullah SAW hijrah, yang pertama beliau bangun adalah masjid. Maka ketika seorang pemimpin memulai amanahnya dengan membangun masjid, itu bukan sekadar pembangunan fisik, tapi pondasi peradaban,” ungkapnya di hadapan ratusan jemaah.
Menurutnya, masjid bukan hanya tempat menunaikan salat, melainkan pusat pembinaan umat, pendidikan akhlak, hingga penguatan sosial masyarakat. Ia berharap komitmen tersebut membawa keberkahan bagi Kabupaten Bogor ke depan.
Ustadz Dennis juga mengaku terkesan dengan atmosfer Masjid Nurul Wathon yang dinilai hidup dan dipenuhi jemaah yang antusias mengikuti kajian. Baginya, kemakmuran masjid terlihat dari aktivitas ibadah dan ilmu yang terus berjalan.
“Alhamdulillah, masjidnya nyaman, jemaahnya semangat menuntut ilmu. Semoga ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi siapa pun yang terlibat dalam pembangunannya,” tuturnya.
Dalam tausiyahnya, ia turut mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, menenangkan hati, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang diberi kesempatan bertemu Ramadhan setiap tahunnya.
Apresiasi tersebut menjadi suntikan semangat bagi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Kehadiran masjid yang representatif diharapkan mampu memperkuat karakter religius masyarakat sekaligus mendorong pembangunan sosial yang berkelanjutan di Kabupaten Bogor.















Komentar