Menu MBG bikin Miris, Emak-emak di Rumpin Bogor Demo Dapur SPPG

RASIOO.id – Puluhan ibu rumah tangga alias emak-emak mendatangi Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Pabuaran RT 02 RW 05, Desa Kertajaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Kamis, 26 Februari 2026.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan protes terkait isi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak.

Aksi tersebut didominasi oleh wali murid SDN Kertajaya 05. Mereka meminta pengelola dapur SPPG memperbaiki kualitas dan kesesuaian isi paket MBG yang dibagikan kepada para siswa.

Salah seorang peserta aksi, Mumun, mengatakan isi paket MBG dari dapur tersebut kerap tidak sesuai dibandingkan dengan dapur SPPG lainnya. Bahkan, kata dia, ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi.

“Isi paket makanan bergizi gratis sering tidak sesuai dengan dapur SPPG lainnya. Lalu ada pula makanan yang tidak layak. Maka kami datang minta itu diperbaiki,” ujarnya.

Ia menambahkan, kedatangan mereka bertujuan meminta penjelasan secara langsung dari pengelola dapur. Namun, jika ke depan tidak ada perubahan, para wali murid berencana kembali mendatangi lokasi.

Hal senada disampaikan Neng, warga lainnya. Ia mengaku kerap menemukan makanan yang dinilai tidak layak, seperti ubi setengah matang, keripik layu karena tidak dibungkus, hingga tahu yang sudah basi.

“Memang kurang baik dan setiap hari selalu saja ada makanan yang tidak layak. Kasihan anak-anak, kalau tidak teliti dan langsung dimakan bisa berbahaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG, Haikal, membantah adanya aksi protes. Ia menyebut kedatangan para ibu tersebut sebatas silaturahmi dan ingin mengetahui proses pengolahan makanan di dapur MBG.

“Ada puluhan ibu-ibu yang datang, tapi hanya perwakilan yang kami ajak masuk. Mereka ingin tahu prosesnya, jadi kami persilakan melihat langsung ke dalam,” jelasnya.

Menurut Haikal, perbedaan jumlah porsi dan isi paket MBG dengan dapur SPPG lain kemungkinan terjadi karena adanya sistem rapel atau pengiriman ganda di tempat lain.

“Mungkin di SPPG lain saat pengiriman berlangsung itu sedang ada rapel. Kalau di kami tidak ada rapel karena rutin dikirim setiap hari,” katanya.

Ia juga memastikan pihaknya telah menjelaskan secara transparan terkait anggaran dan alokasi penggunaan dana paket MBG kepada para wali murid.

“Tadi sudah kami jelaskan secara transparan, anggarannya berapa, dialokasikan untuk apa dan ke mana, semua kami terangkan secara detail. Dan ibu-ibu menerima penjelasan kami,” tandasnya.

Meski demikian, para wali murid berharap kualitas dan kelayakan makanan dalam program MBG benar-benar diperhatikan demi kesehatan dan keselamatan anak-anak di sekolah.

Komentar