RASIOO.id — Memasuki malam ke-10 di bulan suci Ramadan, umat Islam kembali diingatkan tentang besarnya keutamaan dan keberkahan yang dijanjikan Allah SWT bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Dalam salah satu riwayat disebutkan:
“Wa fil lailatil ‘aasyirah yarzuquhullahu ta’ala khairayid dunya wal akhirah.”
Artinya: “Pada malam yang kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.”
Malam ke-10 menjadi penanda berakhirnya fase pertama Ramadan yang dikenal sebagai fase rahmat (kasih sayang). Pada sepuluh hari pertama ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta memperbanyak doa dan sedekah.
Para ulama menjelaskan bahwa kebaikan dunia dapat berupa kesehatan, kelapangan rezeki, ketenangan hati, hingga kemudahan dalam berbagai urusan. Sementara kebaikan akhirat mencakup ampunan dosa, pahala berlipat ganda, serta keselamatan dari azab Allah SWT.
Momentum malam ke-10 juga menjadi refleksi bagi umat Islam untuk mengevaluasi kualitas ibadah yang telah dijalani sejak awal Ramadan. Apakah sudah maksimal dalam menahan diri, menjaga lisan, dan memperbaiki akhlak.
Dengan terus meningkatkan kualitas ibadah, diharapkan setiap Muslim dapat meraih janji Allah SWT berupa kebaikan yang menyeluruh, baik dalam kehidupan dunia maupun sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.
Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan serta memperbanyak amal saleh demi meraih ridha Allah SWT.







Komentar