RASIOO.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, suasana di Pasar Anyar Tangerang justru terlihat sepi dari aktivitas pembeli. Kondisi tersebut membuat para pedagang mulai angkat suara dan menagih realisasi janji pemerintah yang hingga kini dinilai belum juga terealisasi.
Ketua Paguyuban Pasar Anyar, Haji Zain, mengaku pesimis melihat kondisi pasar yang sudah delapan bulan ditempati para pedagang setelah menempati gedung baru. Ia menilai sejumlah komitmen yang sebelumnya disampaikan pemerintah masih sebatas janji.
“Kalau saya sebagai Ketua Paguyuban melihatnya agak pesimis. Karena sudah delapan bulan janji Pak Wali Kota itu satu pun belum ada yang terealisasi,” ujarnya saat ditemui di kawasan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Senin 9 Maret 2026.
Menurutnya, setidaknya terdapat empat janji utama yang pernah disampaikan pemerintah kepada para pedagang. Pertama, pemerintah berjanji akan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar pasar agar akses menuju gedung pasar lebih tertata.
Kedua, pemerintah menjanjikan angkutan kota (angkot) dapat masuk hingga ke dalam kawasan pasar dengan dukungan perbaikan infrastruktur jalan. Ketiga, pemerintah berkomitmen menghidupkan kembali aktivitas pasar melalui berbagai kegiatan atau event, baik kegiatan pemerintahan maupun perayaan tertentu.
Sementara poin keempat adalah komitmen menjadikan kawasan pasar bebas dari praktik premanisme atau oknum yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi.
Namun hingga kini, kata Haji Zain, seluruh janji tersebut belum juga terealisasi. Kondisi ini membuat banyak pemilik toko di dalam gedung pasar memilih menunda membuka usahanya.
“Pemilik toko itu memantau dulu. Yang mereka lihat ya janji Wali Kota tadi. Kalau semua itu direalisasikan, saya yakin mereka akan buka,” katanya.
Ia menjelaskan, keberadaan PKL di luar kawasan pasar juga menjadi salah satu penyebab utama sepinya pembeli di dalam gedung. Pasalnya, pembeli cenderung memilih berbelanja di luar karena lebih mudah diakses.
“Di dalam ada pedagang sembako, di luar juga ada pedagang sembako. Pembeli tentu lebih memilih yang di luar karena tinggal berhenti tanpa harus parkir dan masuk ke dalam,” jelasnya.
Selain persoalan sepinya aktivitas perdagangan, paguyuban pedagang juga menyoroti kondisi bangunan pasar yang dinilai masih memiliki sejumlah kerusakan, salah satunya kebocoran saat hujan.
Menurut Haji Zain, sejak awal pihaknya telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak terkait disertai bukti foto dan video. Namun perbaikan yang dilakukan dinilai hanya bersifat sementara.
“Kalau hujan masih banyak yang bocor. Dari awal kami sudah menyampaikan kondisi gedung ini dengan bukti video dan foto. Tapi yang dilakukan hanya ditambal atau ditutup, bukan diperbaiki secara menyeluruh,” ungkapnya.
Ia juga mempertanyakan siapa pihak yang bertanggung jawab jika kerusakan kembali terjadi. Pasalnya, proses penyerahan pengelolaan pasar dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah disebut hingga kini belum sepenuhnya selesai.
“Sekarang kalau rusak lagi atau bocor siapa yang akan memperbaiki? Sementara PT Urban sudah tidak ada di sini, dan sampai sekarang belum ada perbaikan yang benar-benar dilakukan,” katanya.
Dengan berbagai persoalan tersebut, para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Anyar. Mereka khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, perekonomian para pedagang akan semakin terpuruk.
“Para pedagang ini kasihan. Sudah delapan bulan menempati gedung baru, tapi ekonomi justru semakin terpuruk. Bahkan sudah banyak yang menutup tokonya karena terlalu sepi. Kami hanya menagih janji pemerintah, kapan itu direalisasikan,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, area luar Pasar Anyar di sisi barat, utara, timur, dan selatan justru semakin dipadati pedagang kaki lima. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi sepinya aktivitas jual beli di dalam gedung pasar.
Selain itu, minimnya saluran pembuangan air di lantai atas menyebabkan rembesan air hujan yang berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan, bahkan membuat beberapa bagian plafon terancam ambruk jika tidak segera diperbaiki














Komentar