RASIOO.id Persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah semakin memasuki tahap krusial. Pemerintah bersama sejumlah instansi terkait mulai mematangkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat menjelang Lebaran yang diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026.
Berbagai kebijakan mulai dari pengaturan arus mudik, diskon tarif tol hingga program mudik gratis telah disiapkan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung lebih aman dan lancar.
Puncak Arus Mudik Diprediksi Dua Gelombang
Berdasarkan prediksi dari Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, puncak arus mudik tahun ini diperkirakan terjadi dalam dua gelombang.
Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada 14 hingga 15 Maret 2026, saat sebagian masyarakat mulai meninggalkan kota lebih awal. Sementara gelombang kedua diperkirakan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026, berdekatan dengan momentum Hari Raya Nyepi serta menjelang Idulfitri.
Diskon Tarif Tol 30 Persen
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada 29 ruas tol di berbagai wilayah.
Diskon tersebut berlaku pada periode:
Arus Mudik: 15–16 Maret 2026
Arus Balik: 26–27 Maret 2026
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat mengatur waktu perjalanan sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada satu waktu.
Rekayasa Lalu Lintas One Way
Selain diskon tol, rekayasa lalu lintas juga akan diberlakukan secara situasional. Sistem one way direncanakan mulai diterapkan pada 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB.
Rekayasa lalu lintas ini akan diberlakukan mulai dari KM 72 ruas Tol Cipali hingga KM 414 Kalikangkung guna memperlancar arus kendaraan menuju wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Program Mudik Gratis Dibuka
Sementara itu, program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia juga telah dibuka sejak awal Maret 2026. Program ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
Masyarakat yang berminat diimbau segera melakukan pendaftaran karena kuota peserta terbatas dan biasanya cepat terpenuhi menjelang hari keberangkatan.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan pemerintah, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan mudik dengan baik, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman.










Komentar