JM Tinjau Lokasi Longsor di Jalan Kebon Pedes, Pastikan Anggaran Rp7 Miliar buat Perbaikan

RASIOO.id – Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin (JM) meninjau lokasi longsor di tepi Jalan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor pada Rabu 1 April 2026.

Rencanya, lokasi tersebut akan diperbaiki dengan membangun TPT sekitar jalan yang langsung bersebelahan dengan sungai tesebut.

‎Langkah ini dilakukan guna memastikan realisasi proyek pembangunan yang dilakukan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat berjalan tepat waktu.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin tinjau lokasi longsor di Jalan Kebon Pedes. (dok for Rasioo.id)


Diketahui, kondisi akses jalan di wilayah tersebut kini kian menyempit akibat tergerus longsor.

Kang JM, sapaan karibnya, meninjau lokasi dan memberi informasi terkait pembangunan atau perbaikan longsor di lokasi tersebut dari hasil rapat dua hari yang lalu.

‎”Hasil rapat bersama pihak provinsi (Jawa Barat) selama dua hari membuahkan keputusan penting terkait penanganan infrastruktur di sejumlah titik rawan. Tim teknis dari provinsi bahkan telah melakukan survei lapangan di beberapa lokasi prioritas,” kata Jenal kepada Rasioo.id, Rabu 1 Maret 2026.

Ia menjelaskan, anggaran yang disiapkan untuk perbaikan longsor di Kebon Pedes mencapai sekitar Rp7 miliar. Dana tersebut tidak hanya difokuskan pada penanganan titik longsor utama, tetapi juga untuk mengantisipasi potensi longsor lanjutan di sekitar lokasi.

“Insya Allah dari RAB kurang lebih Rp7 miliar. Tidak hanya penanganan longsor yang terjadi, tetapi juga area yang berpotensi longsor akan diberikan treatment dan perbaikan,” katanya.

Terkait waktu pelaksanaan, Jenal menyebut seluruh proses akan mengikuti mekanisme dan tahapan yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Meski demikian, ia memastikan semua pihak berkomitmen untuk bergerak cepat.

Sementara itu, Lurah Kedung Badak Ahnim Sutangyat mengaku pembangunan sudah menjadi kebutuhan penting.

‎”Intinya mau segera dibangun karena ini urgen. Jalan menjadi sempit, khawatir nanti kalau tidak segera dibangun (akan longsor kembali), apalagi di sini kan Bogor musim penghujan,” ujar Ahnim.

‎Sebagai langkah antisipasi awal, pihak Pengairan telah memasang “bronjong karung” atau tumpukan karung berisi tanah di titik rawan longsor tersebut.

‎”Upaya sementara ini dilakukan agar tanah tidak semakin tergerus air sebelum konstruksi permanen dimulai,” tuturnya.

‎Terkait teknis pengerjaan, Ahnim menyebutkan bahwa rencana desain atau gambar proyek sudah tersedia.

‎Saat ini, pihak kelurahan sedang menunggu proses lelang selesai agar pengerjaan fisik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera dilakukan di lapangan.

‎”Mudah-mudahan segera terealisasi. Kalau gambarnya sudah ada informasi dari Pak Camat, artinya tinggal action (pelaksanaan) saja nanti.” pungkas dia. (Hana)

Komentar