RASIOO.id – Semangat olahraga baru tengah bergelora di Kota Tangerang. Sebanyak 32 tim dari 13 kecamatan ambil bagian dalam Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Olahraga Domino (Orado) yang digelar meriah di Gedung Seni dan Budaya, Jumat 3 April 2026.
Tak sekadar turnamen, ajang ini juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Orado sebagai cabang olahraga yang kini mulai berhimpun di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Sejumlah tokoh penting turut hadir, mulai dari perwakilan Orado Pusat John LBF, Ketua Pengprov Banten Yayat Biaro, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Kaonang, hingga Ketua KONI Kota Tangerang H. Dirman.
Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, menegaskan bahwa olahraga domino bukan sekadar permainan biasa. Di baliknya, tersimpan nilai-nilai penting seperti strategi, ketelitian, kesabaran, hingga sportivitas.
“Melalui kejuaraan ini, kita berharap lahir atlet-atlet domino yang mampu berprestasi, tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi hingga nasional,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen penuh dalam mendukung atlet berprestasi, bahkan membuka peluang karier melalui jalur ASN maupun institusi lainnya.
“Sudah ada contoh atlet yang diangkat menjadi ASN. Bahkan ada pembinaan khusus dari kepolisian untuk jalur prestasi olahraga,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Tangerang, H. Dirman, menyambut positif hadirnya Orado sebagai cabang olahraga baru. Ia membuka peluang lebar agar Orado bisa segera bergabung secara resmi di bawah KONI.
“Kami sangat terbuka. Harapannya Orado bisa menjadi anggota KONI dan ikut dipertandingkan di event tingkat nasional bahkan internasional,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua Pengcab Orado Kota Tangerang, Prayudha Septiadi Wijaya, menjelaskan bahwa kompetisi ini diikuti oleh 32 tim, di mana setiap tim terdiri dari tiga orang—dua pemain inti dan satu cadangan.
Ia menegaskan, para pemenang nantinya akan menjadi wakil Kota Tangerang di ajang yang lebih tinggi.
“Juara 1, 2, dan 3 akan kita kirim ke Kejuaraan Provinsi Banten, bahkan berpeluang lanjut ke Kejurnas,” jelasnya.
Ke depan, Orado juga akan menyasar kalangan pelajar sebagai bagian dari strategi pembinaan atlet muda. Turnamen di lingkungan sekolah pun tengah disiapkan untuk menjaring bibit-bibit unggul sejak dini.
“Kita ingin mulai dari anak-anak muda, dari sekolah. Itu target kami ke depan,” pungkasnya.
Melalui Kejurcab ini, Orado tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat Kota Tangerang.









Komentar