RASIOO.id — Ambruknya pagar di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Utara Kota Bogor akhirnya terungkap. Kepala Dinas Olahraga, Anas Rasmana, membeberkan dua faktor utama yang menjadi penyebab insiden tersebut setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Faktor pertama berasal dari kondisi alam. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tertanggal 20 Maret 2026, cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Bogor dan memicu bencana, termasuk pohon tumbang di kawasan Cimapar yang berdampak pada struktur sekitar.
“Kita cek ke lapangan, memang ada dua penyebab. Yang pertama faktor bencana alam, sesuai laporan BPBD,” ujar Anas.
Namun, tak hanya faktor alam, persoalan teknis juga turut memperparah kondisi. Anas mengungkapkan bahwa terdapat kerusakan pada pipa penyangga pagar yang memiliki lubang terbuka. Kondisi ini memungkinkan air hujan masuk dan memicu korosi dari dalam, sehingga melemahkan struktur pagar hingga akhirnya ambruk.
“Kalau kita lihat, pipa penyangga itu ada lubang. Kemungkinan karena tidak ada pemeliharaan rutin, jadi saat hujan air masuk dan menyebabkan korosi,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika pemeliharaan dilakukan secara berkala, kerusakan kecil seperti lubang pada pipa bisa segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kerusakan serius.
Kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan keterbatasan anggaran pemeliharaan, yang membuat sejumlah kerusakan teknis luput dari perbaikan rutin.
Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kota Bogor bersama pihak terkait berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan secara bertahap. Tidak hanya memperbaiki konstruksi utama pagar, peningkatan fasilitas penunjang di kawasan GOR juga menjadi perhatian.
Salah satu fasilitas yang direncanakan adalah pengadaan speed carpet guna menunjang aktivitas olahraga masyarakat. Meski demikian, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri.
“Kami akan upayakan berbagai cara, bisa melalui bantuan pribadi, pelaksana proyek sebelumnya, atau sponsor pihak ketiga,” ungkap Anas.
Diketahui, estimasi kebutuhan anggaran untuk fasilitas tambahan tersebut mencapai sekitar Rp6 juta.
Perbaikan ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi GOR Utara sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan layak digunakan oleh masyarakat Kota Bogor.












Komentar