RASIOO.id – Chief Executive Officer (CEO) Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Megumi, Haryono, menyiapkan puluhan calon pekerja migran asal Bogor untuk mengikuti program kerja ke Jepang pada Mei 2026.
Program ini masuk dalam pelatihan batch kedua dengan target 20 hingga 60 peserta. LPK Megumi memfokuskan pelatihan pada bahasa Jepang level N4 dan keterampilan kerja sesuai bidang.
Haryono menjelaskan peserta mengikuti pelatihan bahasa selama lima bulan. Setelah itu, mereka melanjutkan pelatihan keterampilan selama satu bulan sesuai minat, seperti perhotelan, perawatan lansia, dan konstruksi.
“Kami ingin satu kelas terisi optimal, minimal 20 hingga maksimal 60 peserta,” ujarnya saat ditemui di LPK Megumi, Jumat, 10 April 2026.
Ia menekankan pentingnya kemampuan kaiwa atau percakapan. Ia menilai peserta perlu meningkatkan kemampuan komunikasi hingga mendekati level N3 agar lebih siap saat bekerja dan menghadapi wawancara.
LPK Megumi menggabungkan metode pembelajaran audio dengan interaksi langsung bersama penutur asli Jepang. Cara ini membantu peserta meningkatkan kemampuan komunikasi secara praktis.
Setelah menyelesaikan pelatihan dan mengantongi sertifikat, peserta akan mengikuti proses pencocokan kerja bersama perusahaan penempatan (P3MI).
Saat ini, angkatan pertama yang memulai pelatihan sejak Oktober 2025 sudah memasuki tahap akhir persiapan keberangkatan ke Jepang.
Salah satu peserta, Sila Fajelia (25), mengaku merasa terbantu dengan sistem pelatihan yang tersedia. Ia menilai proses menjadi lebih mudah karena lembaga sudah menyiapkan jalur dari pelatihan hingga penempatan kerja.
“Kalau berangkat sendiri itu sulit, harus cari kursus dan lowongan sendiri. Di sini semua sudah siap,” katanya.
Ia juga tertarik bekerja ke Jepang karena mempertimbangkan penghasilan yang lebih tinggi dibanding negara lain yang sempat ia rencanakan.
LPK Megumi berharap program ini dapat membuka peluang kerja lebih luas bagi pemuda Bogor sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja yang siap bersaing di luar negeri.















Komentar