RASIOO.id – Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang (AMCRP) menggelar aksi demonstrasi di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Senin, 4 Mei 2026. Mereka menuntut kejelasan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kelanjutan operasional tambang yang telah ditutup selama berbulan-bulan.
Koordinator aksi, Asep Fadlan, mengatakan tuntutan utama warga sederhana, yakni meminta kepastian kapan tambang legal yang memiliki izin bisa kembali dibuka.
“Kami ingin mempertanyakan, sudah sejauh mana tahapannya dan kapan tambang yang berizin dibuka kembali. Harapan kami hanya satu, supaya aktivitas masyarakat bisa berjalan lagi,” ujarnya.
Menurutnya, janji kompensasi yang sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, belum dirasakan secara maksimal oleh masyarakat terdampak.
“Memang ada janji bantuan sosial, tapi realisasinya belum sesuai dengan yang diharapkan warga,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Koordinator Kecamatan Rumpin, Asep Muris. Ia mengungkapkan, penutupan tambang selama hampir delapan bulan telah memukul kondisi ekonomi warga secara signifikan.
Bahkan, kata dia, banyak warga yang terpaksa meminjam uang melalui pinjaman online (pinjol) demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Banyak yang akhirnya terjerat pinjol karena tidak ada pemasukan. Termasuk yang punya kendaraan untuk operasional, sekarang banyak yang ditarik leasing karena tidak mampu bayar cicilan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti dampak sosial lain yang mulai muncul, seperti meningkatnya angka perceraian di tengah masyarakat. Kondisi ekonomi yang memburuk disebut menjadi salah satu pemicu utama.
“Kasus perceraian meningkat karena banyak keluarga yang sudah tidak mampu bertahan secara ekonomi. Dampaknya juga bisa ke hal lain seperti kriminalitas,” tutupnya.






![Ilustrasi Kasus Pelecehan seksual terhadap mahasiswi [Ist]](/wp-content/uploads/2023/06/Screenshot_68-300x178.jpg)








Komentar