HJB ke-544, Pemkot Bogor Sekolahkan 544 Anak Putus Sekolah Lewat Program PKBM

RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan bersama Kecamatan Bogor Timur bergerak menekan angka putus sekolah dengan menerima kembali ratusan anak ke jalur pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Program tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dan dipusatkan dalam kegiatan Gebyar PKBM di wilayah Bogor Timur.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, gerakan ini bermula saat dirinya mengunjungi salah satu Posyandu sekitar sepekan lalu dan bertemu dengan anak yang putus sekolah.

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti bersama pihak kecamatan hingga akhirnya para peserta didik kembali mendapatkan akses pendidikan melalui PKBM.

Ia menyebutkan, terdapat 544 murid putus sekolah yang kini masuk dalam program PKBM di wilayah Bogor Timur. Angka tersebut disesuaikan secara simbolis dengan usia Kota Bogor yang kini memasuki 544 tahun.

Dalam sambutannya, Jenal memberikan apresiasi kepada Camat Bogor Timur, para lurah, serta tujuh organisasi PKBM setempat seperti PKBM Bening dan PKBM Bakti yang mampu menyelenggarakan kegiatan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran APBD.

“Hari Jadi Bogor bukan hanya sekadar seremoni, karnaval, atau pesta penampilan, melainkan hari jadinya seluruh warga se-Kota Bogor. Pertanyaannya adalah apa yang bisa diberikan pemerintah untuk warganya. Hari ini kita menjawabnya dengan aksi nyata,” ujar Jenal, Rabu, 20 Mei 2026.

Jenal juga menegaskan bahwa stigma negatif terhadap sekolah paket harus dihilangkan. Menurutnya, lulusan PKBM saat ini memiliki legitimasi yang setara dan mampu bersaing di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

“Hari ini Pemkot Bogor membuktikan bahwa PKBM itu setara. Lulusan PKBM adalah orang-orang yang sukses, berakhlak, beradab, serta bisa menjadi pengusaha atau pejabat yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Untuk mempermudah akses pendidikan, Pemkot Bogor juga telah menyebarkan lokasi PKBM di setiap kelurahan di wilayah Bogor Timur guna mengurangi kendala jarak dan biaya transportasi peserta didik.

Selain itu, Pemkot Bogor membuka peluang pengajuan dana hibah bagi para guru PKBM yang selama ini dituntut memiliki kemampuan multitalenta, mulai dari mengajar hingga menjadi pendamping psikologis bagi siswa.

Rencana tersebut disebut telah mendapatkan dukungan dari DPRD Kota Bogor terkait penyusunan anggarannya.

Gebyar PKBM sendiri berlangsung selama tiga hari mulai 20 hingga 22 Mei 2026 dan mendapat dukungan dari sejumlah donatur strategis seperti Bank BJB, Bank Kota Bogor, PD Pasar, hingga Perumda Tirta Pakuan (PDAM).

Komentar