RASIOO.id – Ketua Umum KSPSI Banten, Dedi Sudarajat, menegaskan komitmen serikat pekerja dalam mengawal regulasi ketenagakerjaan yang berkeadilan bagi seluruh pihak, baik buruh, perusahaan, maupun pemerintah.
Hal itu disampaikannya saat penutupan rangkaian May Day Internasional 2026 di Hotel Aston, Kota Tangerang, Rabu, 20 Mei 2026 malam.
Menurut Dedi, keseimbangan dalam regulasi ketenagakerjaan menjadi kunci terciptanya hubungan industrial yang kondusif.
“Yang pasti adalah kita mengawal regulasi ketenagakerjaan yang adil bagi semua. Jadi tidak hanya adil buat buruh, tetapi adil juga buat perusahaan dan buat pemerintah,” katanya kepada awak media.
Ia menilai, apabila regulasi hanya berpihak kepada salah satu pihak, maka akan memunculkan ketimpangan dan konflik di dunia kerja.
“Kalau hanya adil buat buruh, perusahaan teriak. Kalau adil buat perusahaan, serikat pekerja teriak. Jadi kita mencoba segala sesuatu dengan keseimbangan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini menunjukkan keberpihakan kepada kaum buruh. Salah satunya terlihat dari kenaikan upah sebesar 6,5 persen dan sejumlah kebijakan ketenagakerjaan lainnya.
“Ya, kami melihatnya dari serikat pekerja bahwa pemerintahan sekarang ini adalah pro-buruh. Judicial review MK dikabulkan itu di saat Presiden Pak Prabowo. Kemudian kenaikan upah 6,5 persen juga terjadi di era beliau,” jelasnya.
Selain itu, ia turut menyinggung pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) yang menurutnya menjadi harapan baru bagi pekerja di Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi peringatan May Day 2026 di Banten yang berlangsung aman dan kondusif.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Banten terbuka untuk berkolaborasi dengan serikat pekerja, pengusaha, dan seluruh unsur masyarakat demi kemajuan daerah.
“Penutupan rangkaian kegiatan May Day 2026 Alhamdulillah di Provinsi Banten berjalan dengan baik atas dukungan semua pihak, khususnya dari para serikat pekerja,” ungkapnya.
Menurut Andra, May Day menjadi simbol perjuangan kaum pekerja untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak dan patut diperjuangkan bersama.
Di sisi lain, Ketua Umum DPP KSPSI Moh. Jumhur Hidayat menilai peringatan May Day 2026 di Banten menunjukkan kekompakan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
“Pekerja produktif, perusahaannya maju, pemerintahnya juga adil. Nah, ini semua menyebabkan Indonesia Incorporated,” katanya.
Ia juga menyebut Banten dapat menjadi contoh bagi daerah lain sebagai wilayah industri yang tetap kondusif tanpa konflik besar antara buruh dan perusahaan.
“Banten ini menjadi contoh bagi semua wilayah. Ini kan wilayah industri ya, tapi tidak ada keributan yang berarti. Semoga bisa tetap bertahan, buruh sejahtera, industri maju, perusahaan happy, pemerintah happy,” tutupnya.











Komentar