RASIOO.id – Penerimaan peserta didik baru di SMK Negeri 3 Kota Bogor tahun 2026 dipastikan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Setelah resmi ditunjuk menjadi bagian dari program unggulan “Sekolah Maung” Jawa Barat gagasan Gubernur Dedi Mulyadi, sekolah kejuruan favorit ini mulai menerapkan sistem pembelajaran dengan kapasitas kelas yang lebih kecil demi meningkatkan kualitas pendidikan.
Jika sebelumnya satu kelas bisa diisi lebih dari 40 siswa akibat kebijakan penyerapan kuota lokal, kini jumlah siswa dibatasi maksimal 32 orang per kelas sesuai aturan terbaru dari kementerian dan petunjuk teknis Sekolah Maung.
Koordinator Tata Usaha SMKN 3 Kota Bogor, David Faizal, mengatakan perubahan tersebut menjadi langkah besar dalam transformasi sistem pendidikan di sekolahnya.
“Perubahan tahun ini sangat signifikan. Sekarang satu kelas maksimal hanya 32 siswa karena memang sudah ada ketentuan terbaru yang harus diterapkan,” ujarnya.
Dengan aturan baru tersebut, total daya tampung SMKN 3 Kota Bogor tahun ini hanya sekitar 448 siswa baru dari 14 rombongan belajar (rombel) yang tersedia.
Adapun pembagian kelas di masing-masing jurusan terdiri dari:
- Kuliner: 5 kelas
- Busana: 3 kelas
- Perhotelan: 2 kelas
- Kecantikan: 2 kelas
- Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT): 2 kelas
Jurusan Kuliner disebut masih menjadi program paling diminati calon siswa setiap tahunnya.
Kebijakan pembatasan jumlah siswa ini diprediksi membuat persaingan masuk SMKN 3 Kota Bogor semakin ketat. Pasalnya, sekolah tidak lagi menerapkan sistem kelas “gemuk” seperti tahun lalu yang bahkan sempat mencapai 45 siswa dalam satu kelas, khususnya di jurusan favorit.
David menegaskan, perubahan dalam program Sekolah Maung bukan hanya soal penerimaan siswa berbasis prestasi, tetapi juga menyasar peningkatan kualitas tenaga pendidik dan sistem pembelajaran secara menyeluruh.
“Sekarang bukan hanya rekrutmen siswanya yang berbasis prestasi, tapi SDM guru dan wali kelas juga sudah mulai kita mapping supaya benar-benar qualified,” katanya.
Program Sekolah Maung sendiri digadang-gadang menjadi model pendidikan baru di Jawa Barat yang menekankan kualitas, disiplin, serta pembentukan karakter unggul siswa melalui sistem belajar yang lebih terarah dan kompetitif.











Komentar