RASIOO.id — Pemerintah Kabupaten Bogor mulai mempercepat langkah besar membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat dan timur Kabupaten Bogor. Langkah ini digadang-gadang menjadi solusi pemerataan pembangunan sekaligus mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat tanpa harus melakukan pemekaran wilayah.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, pembangunan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan strategi jangka panjang untuk menciptakan pusat ekonomi baru yang mampu menggerakkan pertumbuhan daerah secara merata.
Hal itu disampaikan Rudy Susmanto saat menerima silaturahmi dan audiensi bersama Presidium Bogor Barat dan Bogor Timur di Cibinong.
“Keberhasilan pembangunan bukan hanya soal pembiayaan dan program, tetapi bagaimana seluruh masyarakat bersama-sama membersamai program pemerintah. Program yang kami siapkan sepenuhnya merupakan aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto.
Untuk tahun 2026, Pemkab Bogor memprioritaskan pembangunan infrastruktur strategis di dua kawasan tersebut. Di wilayah timur, pemerintah telah menyelesaikan land clearing pusat pertumbuhan ekonomi baru di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur.
Tak hanya itu, pembangunan jalan Transyogi menuju Sukaresmi juga dipastikan segera berjalan setelah anggarannya mendapat persetujuan DPRD Kabupaten Bogor. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi akses utama yang akan mendorong aktivitas ekonomi baru di kawasan timur Kabupaten Bogor.
Sementara itu, di wilayah barat, Pemkab Bogor fokus memperkuat konektivitas dan mendukung sejumlah program strategis nasional. Beberapa proyek yang menjadi prioritas antara lain pembangunan Sport Center Rancabungur, groundbreaking fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada Juni mendatang, hingga penyelesaian ruas jalan di kawasan Malasari, Rumpin, dan Parung Panjang.
Rudy Susmanto menegaskan, konsep pembangunan yang saat ini dijalankan bukanlah pemekaran daerah. Pemerintah Kabupaten Bogor memilih menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru sebagai inovasi pelayanan publik di tengah moratorium pemekaran wilayah dari pemerintah pusat.
“Kami tidak berbicara pemekaran wilayah. Kami mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Karena itu konsepnya adalah pusat pertumbuhan ekonomi baru wilayah barat dan wilayah timur, agar pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Rudy, Kabupaten Bogor telah dua kali mengalami pemekaran menjadi Kota Bogor dan Kota Depok. Namun hingga kini, Kabupaten Bogor masih tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.
Karena itu, pemerataan pembangunan dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.
Adapun pusat pertumbuhan ekonomi wilayah timur direncanakan berada di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur. Sedangkan pusat pertumbuhan ekonomi wilayah barat akan dibangun di Kecamatan Cibungbulang di atas lahan milik PTPN yang saat ini masih dalam proses penyelesaian administrasi lahan.
Selain membangun pusat ekonomi baru, Pemkab Bogor juga memastikan progres pembangunan jalan Rancabungur–Leuwiliang terus berjalan. Tahapan penetapan lokasi dan appraisal telah selesai dilakukan, sementara proses lanjutan kini tengah dikoordinasikan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Kami membangun Bogor dengan semangat kebersamaan. Dukungan terbesar pembangunan Kabupaten Bogor adalah dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” tutup Rudy Susmanto.















Komentar