DPR AS Berani Lawan Trump Voting Batasi Aksi Militer ke Iran Presiden Murka

Rasioo.id – Ketegangan politik di Amerika Serikat memanas setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS menyetujui resolusi yang membatasi kewenangan Presiden Donald Trump dalam melanjutkan operasi militer terhadap Iran.

Dalam pemungutan suara yang digelar Rabu (3/6), resolusi tersebut lolos dengan hasil tipis 215 berbanding 208 suara dan kini menunggu pembahasan di Senat AS.

Keputusan ini menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya DPR yang dikuasai Partai Republik justru mengambil langkah untuk membatasi tindakan militer presiden dari partainya sendiri.

Trump langsung bereaksi keras melalui platform Truth Social. Ia menyebut voting tersebut sebagai tindakan yang “tidak patriotik”, mengganggu upaya negosiasi perdamaian dengan Iran, serta hanya bersifat simbolis.

Presiden AS itu juga meluapkan kemarahannya kepada empat anggota Partai Republik yang memilih mendukung resolusi bersama kubu Demokrat. Trump menyebut mereka sebagai “grandstanders” atau pencari perhatian politik dan mengatakan mereka seharusnya merasa malu.

Perdebatan ini berakar pada ketentuan hukum Amerika Serikat yang mengharuskan presiden memperoleh persetujuan Kongres untuk melanjutkan operasi militer lebih dari 60 hari. Partai Demokrat menilai batas waktu tersebut telah terlampaui beberapa pekan lalu sehingga operasi militer terhadap Iran dianggap tidak lagi memiliki dasar hukum yang sah.

Jika nantinya Senat menyetujui resolusi tersebut, tekanan politik terhadap Trump akan semakin besar dan dapat memicu pertarungan konstitusional terkait kewenangan presiden dalam mengambil keputusan perang tanpa persetujuan Kongres.

Saat ini perhatian publik AS tertuju pada Senat yang akan menentukan apakah langkah DPR tersebut benar-benar dapat membatasi kebijakan militer Trump terhadap Iran atau tidak.

Komentar

Rekomendasi Untuk Anda