Sempat Bentrok, PMKRI dan GMKI Suarakan 8 Tuntutan Rakyat di DPRD Kota Bogor

RASIOO.id – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bogor dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat IPB menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Bogor, Jumat, 19 Juni 2026.

Aksi yang mengusung delapan tuntutan rakyat tersebut sempat diwarnai ketegangan antara massa aksi dan aparat keamanan. Mahasiswa juga menyoroti adanya dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh oknum aparat saat pengamanan berlangsung.

Ketua PMKRI Komisariat IPB, Andrew Leo Wijaya menyayangkan sikap lambat anggota dewan dalam menemui massa, serta tindakan represif yang dilakukan oleh oknum aparat pengamanan di lapangan.

Akibat kondisi tersebut, massa aksi kemudian mengalihkan lokasi demonstrasi ke Gedung DPRD Kota Bogor dengan harapan aspirasi yang mereka bawa dapat diterima oleh para wakil rakyat.

“Kami menerobos masuk karena kami rindu akan rumah kami sendiri. Kami mendesak agar perwakilan rakyat di DPRD Kota Bogor menyatakan sikap yang sama secara kolektif kolegial dengan masyarakat,” ujar Abel dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menegaskan bahwa DPRD sebagai representasi rakyat harus berani menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Mereka juga meminta agar lembaga legislatif tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain menyampaikan delapan tuntutan rakyat, massa aksi juga mendesak adanya ruang dialog yang terbuka antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat sipil guna memastikan aspirasi publik dapat tersalurkan secara demokratis.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan menjadi perhatian masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gedung DPRD Kota Bogor.

Hingga kegiatan berakhir, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal berbagai isu kerakyatan serta mendorong pemerintah dan lembaga legislatif untuk memberikan respons nyata terhadap tuntutan yang disampaikan.

Komentar