RASIOO.id – Asosiasi Perbenihan Indonesia (ASBENINDO) resmi mengukuhkan jajaran Dewan Pengurus periode 2026–2031 dalam sebuah acara yang digelar di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square, Kota Bogor, Rabu 1 Juni 2026. Pengukuhan tersebut menjadi tonggak baru bagi organisasi dalam memperkuat sistem perbenihan nasional sebagai fondasi utama menuju ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.
Prosesi pelantikan dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ASBENINDO 2026 yang mengusung tema “Sinergi Benih, Daulat Negeri”. Tema tersebut mencerminkan tekad organisasi untuk membangun kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, akademisi, industri, hingga petani guna menciptakan ekosistem perbenihan yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Melalui Kongres ASBENINDO yang telah diselenggarakan pada 20 April 2026, Ayub Darmanto resmi dipercaya sebagai Ketua Umum ASBENINDO periode 2026–2031, didampingi Dadang Syamsul Munir sebagai Sekretaris Jenderal. Kepengurusan baru ini membawa semangat transformasi dengan fokus memperkuat peran organisasi sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah, inovasi riset, kebutuhan industri, dan kepentingan petani di seluruh Indonesia.
Ketua Umum ASBENINDO, Ayub Darmanto, menegaskan bahwa benih merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
“Kedaulatan pangan tidak dapat dilepaskan dari kedaulatan benih. ASBENINDO periode 2026–2031 berkomitmen memperkuat kolaborasi multipihak agar Indonesia memiliki sistem perbenihan yang mandiri dan berdaya saing tinggi,” tegas Ayub.
Kepengurusan baru juga diperkuat oleh jajaran Dewan Pembina yang terdiri dari berbagai tokoh nasional di bidang pertanian, pemerintahan, akademisi, dan legislatif. Di antaranya Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono, Kepala BRIN Arif Satria, Anggota DPR RI Herman Khaeron, serta Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Bayu Krisnamurthi.
Dalam Rakernas tersebut, ASBENINDO juga menetapkan empat pilar utama sebagai arah kebijakan organisasi selama lima tahun ke depan, yaitu:
- Memperkuat komunikasi dan kolaborasi strategis dengan pemerintah.
- Meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan anggota.
- Membangun konektivitas global melalui kemitraan yang terintegrasi.
- Mengembangkan strategi pendanaan organisasi yang mandiri dan berkelanjutan.
Sebagai simbol komitmen bersama, pengukuhan kepengurusan ditandai dengan prosesi Bejana Sinergi Benih, yang melambangkan tekad seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas benih sebagai pondasi pembangunan sektor pertanian Indonesia.
ASBENINDO menilai modernisasi pertanian tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga membutuhkan sinergi nyata dalam memastikan ketersediaan benih unggul, peningkatan edukasi budidaya, stabilitas harga, hingga kepastian pasar bagi petani.
Melalui implementasi empat pilar tersebut, ASBENINDO optimistis mampu mendorong lahirnya sistem perbenihan nasional yang lebih kuat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan daya saing sektor pertanian Indonesia di tingkat global.








Komentar