RASIOO.id – Tren ekonomi kolaboratif kini mulai mengubah banyak sektor industri melalui perpaduan teknologi, komunitas, dan pelaku usaha. Kondisi ini dinilai menjadi momentum penting bagi industri jasa kebersihan di Indonesia untuk ikut bertransformasi agar mampu bersaing di era digital.
Melihat peluang tersebut, Hagia Cleaners resmi memperkenalkan komitmen strategis bertajuk Hagia Ecosystem Vision 2030. Inisiatif ini dirancang untuk membangun ekosistem inklusif yang mempertemukan berbagai pihak mulai dari pelanggan, tenaga profesional, komunitas, lembaga pendidikan, organisasi sosial, hingga dunia usaha.
Founder dan CEO Hagia Cleaners, Hendy Windardy, mengatakan tantangan industri saat ini semakin kompleks sehingga tidak bisa lagi diselesaikan secara parsial atau hanya oleh satu perusahaan.
“ Kami percaya bahwa masa depan industri cleaning akan dibangun di atas fondasi kolaborasi. Ketika berbagai pihak bergerak bersama dengan tujuan yang sama yaitu meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan dampak yang lebih luas, maka seluruh ekosistem akan ikut bertumbuh secara berkelanjutan,” ujar Hendy saat diwawancarai, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Hendy yang juga menjabat Ketua Tangan Di Atas Tangerang Raya, pandangan tersebut lahir dari pengalaman panjangnya di dunia sosiopreneurship dan organisasi. Ia mengaku telah lama membangun jejaring antar pelaku usaha dan melihat langsung bagaimana kolaborasi mampu mempercepat pertumbuhan bisnis sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Hendy menambahkan, filosofi itu kini menjadi bagian utama arah pengembangan bisnis Hagia Cleaners.
“Alih-alih sekadar menjadi penyedia jasa, perusahaan ini memosisikan diri sebagai ruang kolaborasi yang mampu menghadirkan nilai tambah dan manfaat bersama, baik bagi konsumen, mitra kerja, maupun komunitas terkait,” katanya.
Melalui Ecosystem Vision 2030, Hagia Cleaners optimistis dapat meningkatkan standar profesionalisme pekerja kebersihan di Indonesia sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.









Komentar