RASIOO.id – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menjalin kerja sama dengan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) untuk memperluas akses kerja berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis pemberdayaan perempuan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, bersama Ketua Umum DPP FPPI, Marlinda Irwanti di Jakarta, Kamis 2 Juli 2026.
Cris Kuntadi mengatakan Kemnaker siap mendukung penguatan kapasitas masyarakat melalui optimalisasi fasilitas pelatihan kerja milik pemerintah, termasuk jaringan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di berbagai daerah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses yang lebih luas terhadap pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja.
“Kolaborasi yang dibangun harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas akses terhadap pelatihan dan kesempatan kerja,” ujar Cris.
Selain memperkuat pelatihan berbasis kompetensi, Kemnaker saat ini juga terus memperluas jangkauan program ketenagakerjaan agar semakin banyak masyarakat mampu meningkatkan daya saing di tengah persaingan dunia kerja.
Untuk mempercepat layanan, Kemnaker juga mengintegrasikan berbagai program ke dalam platform digital SIAPkerja yang menyediakan akses informasi pelatihan, lowongan kerja, program pemagangan, pengembangan usaha hingga sertifikasi profesi.
Kemnaker berharap kerja sama dengan FPPI dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan, melalui program-program yang terukur dan berdampak langsung.















Komentar